Selasa, 07 April 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 11 Februari 2020 | 11:00 WIB

Hitekno.com - Dampak dari virus corona sempat membuat Foxconn menghentikan aktivitas produksinya. Hal ini jelas berdampak pada produksi produk Apple seperti iPhone baru.

Pemerintah China sampai sekarang masih belum memberikan izin produksi kepada manufaktur iPhone ini karena wabah virus corona yang tak kuncung berakhir.

Sebelumnya, Foxconn mengaku akan menyelesaikan kewajibannya untuk memproduksi produk-produk besutan Apple, termasuk iPhone murah atau iPhone 9.

Rencananya iPhone baru ini dijadwalkan meluncur pada Maret mendatang, demikian seperti diwartakan Reuters, Selasa (11/2/2020).

Di sisi lain, pihak berwenang China akan mengecek kembali pabrik perakitan ponsel pada pekan ini untuk memastikan parameter yang mengontrol virus tetap berjalan normal.

Pengecekan ini merupakan langkah lanjutan setelah para karyawan hingga Selasa minggu ini tidak diperkenankan masuk kerja karena alasan keamanan (dampak Virus Corona).

Dengan penghentian sementara ini, suplai iPhone di Negeri Tirai Bambu diprediksi bisa terganggu.

Apple iPhone 8. (Apple).

Pasalnya, perusahaan manufaktur yang beroperasi di kawasan Shenzhen ini merupakan pemasok terbesar Apple untuk iPhone di China, setelah Pegatron.

Sementara itu, Virus Corona juga berimbas pada penurunan pendapatan Apple di tahun ini. CEO Apple, Tim Cook mengungkapkan bahwa proyeksi pendapatan perusahaan untuk kuartal mendatang pasti akan terganggu karena adanya penundaan produksi.

Selain dari mangkraknya suplai produk dari Foxconn, penurunan pendapatan Apple juga dipengaruhi oleh penutupan toko offline dan kantornya di China.

Per 9 Februari 2020, jumlah orang yang meninggal dunia akibat Virus Corona di China bertambah menjadi 910 orang.

Berdasarkan data Komisi Kesehatan China (NHC) total angka kematian di negara itu kini berada di angka 908 orang, dengan dua kematian lain terjadi di luar daratan China.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

NHC telah mengonfirmasi bahwa 40.171 kasus infeksi Virus Corona, sementara 187. 518 pasien lainnya masih berada dalam pengawasan medis.

Selama akhir pekan, jumlah kematian akibat Virus Corona melampaui epidemi SARS pada 2003 yang juga terjadi di China dan menewaskan 774 orang di seluruh dunia.

Meski begitu, badan kesehatan dunia WHO pada hari Sabtu lalu mengatakan bahwa jumlah kasus baru di China masih "stabil".

Namun, mereka juga memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan virus berbahaya ini telah mencapai puncaknya.

Itulah salah satu dampak virus corona di China yang membuat Foxconn menghentikan aktivitas produksinya. Sehingga nasib iPhone baru nanti makin tak jelas. (Suara.com/ Tivan Rahmat).