Senin, 30 Maret 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Jum'at, 14 Februari 2020 | 07:30 WIB

Hitekno.com - Melalui platform Xiaomi Youpin, perusahaan baru saja meluncurkan sebuah termometer canggih. Disebut dengan perangkat bertipe "non-contact infrared thermometer", termometer ini dapat bekerja tanpa menyentuh langsung tubuh pasien.

Semakin merebaknya virus corona di China membuat raksasa teknologi asal negeri Tirai Bambu ini harus bertindak lebih.

Xiaomi meluncurkan termometer yang diberi nama Bencom Infrared Thermometer.

Perusahaan mengklaim bahwa suhu pengguna dapat diukur dalam kurun waktu 1 detik dengan akurasi pengukuran 0,2 derajat.

Bencom Infrared Thermometer dibanderol dengan harga 169 yuan atau Rp 331 ribu.

Tata cara penggunaan termometer inframerah dari Xiaomi. (Xiaomi Youpin)

Termometer Xiaomi akan mulai dikirim ke pelanggan pada tanggal 26 Februari 2020.

Perangkat tersebut diprioritaskan untuk dipasarkan pertama kali di China sebagai tanggapan atas makin merebaknya virus corona.

Sebagai referensi, gejala orang terinfeksi virus korona meliputi pilek, sakit kepala, batuk, demam, sesak napas, kedinginan dan sakit di badan.

Karena pengukuran suhu tubuh merupakan salah satu parameter utama seseorang yang terindikasi telah terinfeksi virus corona, perangkat seperti termometer adalah sebuah kewajiban.

Ilustrasi termometer inframerah dari Xiaomi. (YouTube/ Xiaomi Life)

Termometer inframerah dinilai sebagai instrumen terbaik untuk melakukan pengukuran suhu tubuh manusia secara akurat.

Perangkat ini dilengkapi dengan sensor termofil presisi tinggi Heiman Jerman.

Dikutip dari Gizmochina, Bencom Infrared Thermometer harus diarahkan ke dahi pengguna untuk mendapatkan pendeteksian suhu yang benar.

Perangkat ini memiliki layar dan satu tombol yang digunakan untuk memulai pengukuran suhu.

Termometer Xiaomi akan bergetar setelah pendeteksian suhu dilakukan.

Jika suhu objek yang diukur lebih rendah dari 38 derajat, mesin akan bergetar sekali.

Namun apabila perangkat bergetar 3 kali, maka itu berarti suhu telah melebihi 38 derajat dan orang tersebut menderita flu serta demam.

Termometer Xiaomi sudah menggunakan layar LED yang menampilkan karakter putih pada latar belakang hitam sehingga mudah untuk dibaca.

Peluncuran termometer Xiaomi ini diharapkan membantu pemerintah China dalam pendeteksian awal pasien yang terindikasi terkena infeksi virus corona.