Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 14 September 2020 | 19:30 WIB

Hitekno.com - Sebuah kabar mengejutkan datang dari Nvidia yang mengakuisisi ARM dari SoftBank Group. Perusahaan ini kucurkan 40 miliar dolar AS atau setara Rp 595,2 triliun untuk mendapatkannya.

Seperti dalam rilis resmi di situsnya, Nvidia mengungkap telah resmi melakukan akuisisi desainer chip berbasis di Inggris ini dari raksasa teknologi asal Jepang.

Dengan akuisisi ini, Nvidia akan menyatukan komputasi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan miliknya dengan ekosistem ARM.

"AI adalah kekuatan teknologi paling kuat di zaman kita dan telah meluncurkan gelombang baru komputasi," kata Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia.

Dengan menyatukan kapabilitas komputasi AI Nvidia dengan ekosistem CPU ARM yang luas, kami dapat memajukan komputasi dari cloud, smartphone, PC, mobil dan robotika autonomos, hingga edge IoT, dan memperluas komputasi AI ke setiap sudut dunia.

Dengan kombinasi ini pula, akan mempercepat inovasi sekaligus memperluas pasar yang besar dan berkembang pesat. Mengingat keduanya akan menjadi kombinasi menarik.

Nvidia sendiri selama ini terkenal dengan pembuat chip grafis ternama. Bahkan menguasai pasar kartu grafis konsumer, terutama untuk gaming.

Sedangkan ARM adalah desainer chip mobile, baik CPU dan GPU. Bahkan arsitektur chip yang dibuatnya menjadi dasar dari perangkat mobile seperti iOS maupun Android.

Logo ARM dan Nvidia. (dok. Nvidia)

Tentu saja, akuisisi ini akan menjadikan kombinasi yang menarik. Menggabungkan teknologi Nvidia ke chip perangkat mobile ARM.

Karena itu pula, SoftBank Group melepaskan perusahaan desainer chip ini ke tangan Nvidia. Karena akan mendorong perkembangan teknologi, terutama AI.

"Nvidia adalah mitra yang sempurna untuk ARM," kata Masayoshi Son, CEO SoftBank Group.

SoftBank Group sendiri telah mengakuisi ARM yang berbasis di Inggris sebesar 32 miliar dolar AS pada 2016 silam. Dan kini melepaskannya ke Nvidia.

"Arm dan Nvidia berbagi visi dan semangat bahwa komputasi yang ada di mana-mana dan hemat energi akan membantu mengatasi masalah paling mendesak di dunia mulai dari perubahan iklim hingga perawatan kesehatan, dari pertanian hingga pendidikan," kata Simon Segars, CEO ARM.

Meski telah mengakuisi, Nvidia tetap berkomitmen untuk mengembangkan teknologi ARM di Inggris sehingga kekayaan intelektualnya tetap terdaftar di negara tersebut.