Rabu, 14 April 2021
Dinar Surya Oktarini : Kamis, 24 Desember 2020 | 13:09 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Kurangnya waspada tak jarang pengguna menjatuhkan HP dan berakhir layar retak, kini tim ilmuwan dari Institut Sains dan Teknologi Korea (KIST), telah mengembangkan bahan elektronik yang mampu memperbaiki retakan atau kerusakan fisik lainnya pada ponsel dengan sendirinya.

Teknologi ini memiliki satu bahan rahasia, yaitu minyak biji rami. Minyak biji rami terbuat dari biji tanaman rami dan biji ini diadaptasi oleh para ilmuwan dengan cara yang sama menambahkannya ke colourless polyimide (CPI), alternatif untuk kaca yang sudah banyak digunakan di layar smartphone lipat.

Bahan minyak tambahan itu dapat meresap ke dalam retakan yang dibuat saat CPI retak dan jika para ilmuwan mampu membuatnya bekerja dengan andal dalam skala besar, itu berarti layar mampu "menyembuhkan" sendiri retakan akibat benturan.

"Kami mampu mengembangkan penyembuhan diri sendiri, colourless polyimide yang secara radikal dapat mengatasi sifat fisik dan umur bahan polimer yang rusak," kata para peneliti, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (24/12/2020).

Ilustrasi goresan di layar ponsel. [Shutterstock]

Minyak biji rami ini pertama kali dimasukkan ke dalam mikrokapsul yang kemudian dicampur dengan bahan silikon. Bahan itu digunakan sebagai pelapis di atas CPI dalam eksperimen yang dilakukan para peneliti.

Ketika zat minyak itu menyentuh udara, itu akan mengeras dan seperti membuat lapisan layar hampir seperti baru. Tak hanya itu, bahan ini juga bekerja pada suhu kamar dan tidak memerlukan tekanan eksternal, tidak seperti bahan "penyembuhan diri" serupa yang telah dieksplorasi sebelumnya.

Para ahli melaporkan bahwa temperatur yang lebih tinggi, kelembaban yang lebih besar, dan sinar ultraviolet dapat mempercepat proses perbaikan. Dalam kondisi ideal di bawah radiasi UV, material dapat menggantikan 91 persen retakan hanya dalam 20 menit.

Para ilmuwan masih harus melakukan penelitian lanjutan hingga bisa menghadirkan teknologi ini dengan sempurna ke layar ponsel cerdas secara komersial.

Saat ini, produsen smartphone seperti Samsung dan Motorola telah meluncurkan ponsel lipat, tapi beberapa pihak masih mempertanyakan daya tahannya.

Teknologi yang dikembangkan ini bisa membuat tampilan ponsel lebih kuat, terlepas apakah itu ponsel lipat atau bukan.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

BACA SELANJUTNYA

Layar Redmi Note 10 Bermasalah, Ini Pernyataan dari Xiaomi