Cesar Uji Tawakal
Mitos Raksasa Laut Dibongkar Ilmuwan, Ternyata Cuma Ikan Paus

hitekno.com - Teknologi modern seperti drone memungkinkan pemantauan lebih dekat terhadap mamalia laut, memperlihatkan perilaku langka yang sebelumnya tak diketahui, sebagian besar tidak terlihat sejak era pelaut kuno.

Salah satunya adalah misteri monster laut raksasa yang ditakuti dan rakus dari kisah-kisah Norse yang disebut Hafgufa, yang diklaim menelan perahu utuh, tampaknya terurai oleh para ilmuwan.

Hafgufa yang mirip Kraken dikatakan memancing ikan langsung ke mulutnya yang menganga dengan mengeluarkan parfum yang menawan, sambil tetap tidak bergerak di dalam air, dengan sabar menunggu mangsanya berlayar di antara rahangnya yang besar.

Dalam legenda, Hafgufa digambarkan sebagai yang terbesar dari semua monster laut, yang mampu menelan manusia, kapal, dan bahkan paus.

Namun ukurannya dan perilaku makannya memberi para ilmuwan gagasan bahwa pelaut purba benar-benar melihat paus berburu.

Dilansir dari Sputnik News, menurut para peneliti dari Flinders University di Australia, paus telah terlihat dalam posisi yang sama, mengambang tegak di dekat permukaan air dengan mulut terbuka lebar dan menunggu ikan berenang di sana sendiri.

Strategi pemberian makan ini bertumpu pada asumsi bahwa ikan berjuang untuk berlindung dari predator, tanpa menyadari bahwa mereka berenang ke dalam kematian tertentu.

Ahli biologi kelautan pertama-tama menganggap perilaku ini sebagai sifat yang baru berevolusi dan mulai membaca literatur untuk memeriksa apakah itu telah dicatat sebelumnya.

Dalam King's Mirror, sebuah karya didaktik Norwegia Kuno yang ditulis pada pertengahan abad ke-13, Raja Hakon Hakonsson memberi tahu putranya tentang paus besar yang mendiami laut Islandia, menggambarkan monster yang sangat besar yang tampak "lebih seperti pulau daripada seperti makhluk hidup."

Raja juga menggambarkan cara makan Hafgufa: "Ikan itu akan bersendawa, yang akan mengeluarkan begitu banyak makanan sehingga akan menarik semua ikan di dekatnya. Begitu sejumlah besar orang memadati mulut dan perutnya, ia akan menutup mulutnya dan melahap semuanya sekaligus."

Para ilmuwan mencatat bahwa paus juga dapat mengeluarkan beberapa mangsanya yang dikunyah dalam upaya untuk memikat lebih banyak ikan.

Di era modern, perilaku makan ini diamati untuk pertama kalinya pada tahun 2011 dan beberapa kali sejak itu. Teknologi yang tidak terlalu mengganggu, termasuk drone, telah memungkinkan pemantauan lebih dekat terhadap satwa liar laut, memperlihatkan perilaku langka yang sebelumnya terlewatkan.