Selasa, 17 September 2019
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Kamis, 31 Januari 2019 | 14:00 WIB

Hitekno.com - Piala Presiden eSports 2019 resmi digelar oleh Pemerintah Republik Indonesia atas kerja sama dengan IESPL. Hal ini diumumkan secara resmi pada Senin (28/01/2019) lalu. Meramaikan gelaran ini, Jess No Limit dari EVOS dan Maungzy dari Alter Ego ditunjuk sebagai duta Piala Presiden eSports 2019.

Diangkatnya Jess No Limit dan Maungzy sebagai duta Piala Presiden eSports 2019 ini rupanya mendapat protes keras dari Reza Arap atau Reza Oktovian melalui akun Twitter pribadinya.

Protes yang cukup vokal datang dari Reza Arap Oktovian dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @ybrap. Dengan cukup keras, Reza Arap mempertanyakan alasan Jess No Limit dipilih sebagai duta Piala Presiden eSports 2019.

''as the ambassador what did he do for gaming community before the esports scene blowing up? is Piala Presiden Esports only have one single game for the tournament? why mobile games? why mobile legends? what trophy that they're fighting for?'' tulis @ybrap dalam cuitannya.

Protes Reza Arap terkait duta Piala Presiden eSports 2019. (twitter/ybrap)

Dalam cuitan tersebut, Reza Arap mempertanyakan hal apa saja yang sudah Jess No Limit capai hingga ditunjuk sebagai duta Piala Presiden eSports 2019.

Selain itu ia mengaku dibuat bingung dengan kenapa hanya game mobile khususnya Mobile Legends saja yang dipertandingkan. Sepertinya Reza Arap tidak setuju atau keberatan dengan keputusan ini.

Menurutnya, ada beberapa gamers lainnya yang ia rasa lebih layak menjadi duta Piala Presiden eSports 2019 dan mengangkat nama eSports. Nama-nama atlet seperti Koala, Melon, dan InYourDream, dirasa oleh Reza Arap lebih layak.

Protes Reza Arap terkait duta Piala Presiden eSports 2019. (twitter/ybrap)

Cuitan pada Senin (28/01/2019) ini rupanya cukup viral dan mendapat komentar beragam dari netizen sesama pengguna Twitter. Beberapa netizen mencoba untuk menjelaskan alasan Jess No Limit dipilih.

''Balik lagi ke selera pasar. Orang awam gatau Melon, inyourdream, dll. Intinya duta kan mempromosikan, jess punya banyak masa yang bisa dijual. Toh duta narkoba gaharus pemakai.'' tulis netizen dengan akun @R3DRangers.

''Padahal ini positif , Mau apapun gamenya . Sekarang pemerintah lagi dukung esport hargai lah .. tahun depan juga udh dikonfrimasi klo nambah game . Why jess ?? Dia gamers yang punya attitude bagus dan sopan sebagai Brand Ambassador malah bagus dong buat anak kecil yang nonton'' komentar @ahmadazzammaar1.

Reza Oktovian/Youtube

Walaupun begitu, tidak sedikit netizen yang setuju dan mempertanyakan keputusan diangkatnya Jess No Limit sebagai duta Piala Presiden eSports 2019.

''I really hope they choose melon, melon help ommunity and competitive scene from zero.'' tulis @giogemb yang merasa bahwa Melon si pemain Dota 2 yang ia harapkan terpilih menjadi duta.

''Gw lebih setuju kalau richard nxl/ melon karena dedikasi mereka ke e-sport itu gede :')'' tulis @Halil_basyeban.

Presdien Joko Widodo dengan Jess No Limit. (Instagram/@jeesnolimit)

Terlepas dari pro kontranya, pemilihan Jess No Limit dan Maungzy memang tidak bisa dipungkiri karena prestasi keduanya di bidang eSports khususnya mobile gaming.

Jess No Limit dikenal sebgai pemain Mobile Legends paling terkenal di Indonesia dengan prestasi gemilang bersama tim EVOS. Sedangkan Maungzy, perlahan menanjak sebagai pemain bintang bersama tim Alter Ego.

Cuitan protes Reza Arap terkait pemilihan Jess No Limit sebagai duta Piala Presiden eSports 2019 ini sudah mendapat 851 retweets dan 507 balasan.