Selasa, 12 November 2019
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Jum'at, 01 November 2019 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Petinggi Ubisoft telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menuju target baru mulai tahun ini. CEO Ubisoft, Yves Guillemot, mengatakan kepada para investor pada hari Selasa (3010/2019) bahwa mereka akan berambisi menghadirkan cross-play ke semua game yang mendukung PvP.

Guillemot mengklaim bahwa saat ini pengembangan fitur cross-play sudah berjalan dengan baik.

"Tujuan kami adalah menghadirkan cross-play pada semua game PvP yang kami miliki saat ini," kata Yves Guillemot.

Saat ini versi stabil dari game PvP milik Ubisost dipimpin oleh Rainbow Six Siege dan For Honor sehingga kedua game ini diprediksi akan mempunyai fitur cross-play dalam waktu dekat.

Tom Clancy's Division 2 dan Ghost Recon Breakpoint yang baru saja diluncurkan juga berhasil memasok basis pemain sangat besar dalam mode PvP mereka.

Ilustrasi cross-play pada Rainbow Six Siege. (YouTube/ Thunder Cheerio)

Brawlhalla, game fighting free-to-play 2D yang diluncurkan Ubisoft pada tahun 2015 baru-baru ini juga telah didukung fitur cross-play.

Dukungan cross-platform mengalami akselerasi sejak Sony "mengalah" pada musim gugur 2018 dan membuka akses PlayStation 4.

Itu memungkinkan penggemar Fortnite, Rocket League, dan game multiplayer gratis lainnya dapat dimainkan dengan pengguna di konsol lain.

Ilustrasi game For Honor. (Ubisoft)

Dikutip dari Polygon, dalam setahun terakhir, pengembangan fitur cross-play juga telah ditingkatkan pada beberapa game di Xbox One dan Nintendo Switch.

Pengumuman pengoptimalan fitur cross-play di game AAA open-world yang merupakan spesialisasi Ubisoft adalah kabar gembira bagi para penggemar.

Namun sayangnya, Ubisoft tidak memberikan pengumuman secara spesifik mengenai deadline atau kapan semua game PvP-nya didukung fitur cross-play.