hitekno.com - Transportasi online Grab resmi meluncurkan fitur terbarunya yaitu fitur Anti Tuyul yang disematkan ke dalam aplikasi mitra pengemudinya.
Hal ini merupakan salah satu usaha Grab dalam menangani order fiktif yang sering dilakukan oknum mitra Grab.
Adanya fitur baru Anti Tuyul ini, oknum mitra Grab akan ketahuan berbuat curang dalam mengambil order perjalanan dengan aplikasi Fake GPS atau yang biasa disebut 'Tuyul' akan langsung diblokir dari transportasi online asal Malasyia ini.
Penggunaan aplikasi sejenis Fake GPS ini tidak hanya merugikan para pelanggan yang menunggu lama karena posisi pengemudi lebih jauh dari yang terlihat di GPS.
Tidak hanya pengguna, mitra pengemudi yang sudah bekerja keras secara jujur tanpa tindak kecurangan seperti aplikasi Tuyul tadi.
Jika terdeteksi upaya kecurangan terhadap orderan, maka Grab akan memberi notifikasi peringatan dan memblokir aplikasi driver sehingga tidak bisa menerima orderan.
Untuk bisa menerima orderan kembali, mitra pengemudi harus menghapus seluruh aplikasi Fake GPS dari smartphone-nya.
Fitur ini diharapkan bisa melindungi mitra pengemudi Grab untuk mendapatkan penghasilan yang adil.
Selain menluncurkan fitur terbarunya, Grab juga mendirikan fasilitas bernaman Grab Driver Center (GDC) di BSD, Tangerang.
GDC ini adalah tempat bagi mitra pengemudi yang membutuhkan konsultasi mengenai layanan Grab hingga masalah dalam operasional harian.
Tempat ini juga berfungsi sebagai pusat pelatihan mitra pengemudi di wilayah Tanggerang dan sekitarnya.
Wah pengguna Grab sekarang makin aman ya menggunakan transportasi online satu ini dengan fitur terbarunya.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia