hitekno.com - Balenciaga telah membuat publig geleng-geleng dengan menjual barang berdesain unik. Sebelumnya ada sepatu mirip bungkus kentang goreng, dan kini Balenciaga membuat tas kulit yang mirip tas kresek.
Balenciaga barangkali memang ingin meladeni mereka yang bertekad tetap stylish saat berbelanja. Itulah kenapa Balenciaga Supermarket Shopper Stripe Leather Bag hadir sebagai salah satu koleksi Spring-Summer 2018.
Tas kulit itu pun dijual di sejumlah supermarket papan atas, di antaranya adalah Nordstrom. Lalu, apa yang menaik dan unik?
Tas unik keluaran label elit yang berbasis di Perancis ini punya desain yang menonjolkan garis vertikal tebal berwarna hitam dan putih. Netizen Indonesia pun langsung sepakat kalau bentuknya mirip tas kresek.
''Mak gua punya banyak nih, mau gua sumbangin atau ada yg mau beli kresek mak gue ga gaesss,'' komentar netizen lainnya.
Ada juga yang bilang kalau tas dengan model serupa bisa didapatkan secara gratisan kalau belanja di pasar. ''Tas belanjaan gw dari pasar,'' kata dia.
Tidak ada yang tahu apakah Direktur Kreatif Balenciaga, Gvasalia Demna, memang terinspirasi dari tas kresek di Indonesia. Namun, pihak Nordstrom menjelaskan jika Balenciaga Supermarket Shopper Stripe Leather Bag tidak didesain sembarangan.
Kamu tertarik membeli tas kulit yang katanya mirip tas kresek ini? Jangan kaget dengan harganya, ya. Kamu perlu menyiapkan uang setidaknya USD 1.250 atau lebih dari Rp 18 juta.
Tulisan mengenai tas kulit Balenciaga yang mirip tas kresek ini sudah dimuat di DewiKu.com dengan judul Netizen Indonesia Samakan Tas Kulit Balenciaga dengan Tas Kresek.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi