hitekno.com - Dalam sebuah forum di Facebook tepatnya di MumsNet, seorang perempuan menanyakan pendapat netizen mengenai cincin murah yang dia dapat dari tunangannya.
Perempuan tersebut bertanya apa yang harus dia lakukan apabila tunangan mereka yang bergaji besar hanya membelikan cincin murah.
Melalui curhatannya di forum Facebook, perempuan tersebut sepertinya berusaha mendapatkan simpati dari netizen setelah mendapatkan cincin murah dari tunangannya.
Alih-alih simpati, perempuan yang dirahasiakan identitasnya tersebut justru mendapatkan hujatan dari netizen.
Mereka berpendapat bahwa pernikahan adalah komitmen dua orang insan dan harga cincin seharusnya tidak terlalu dipermasalahkan.
Mungkin seorang perempuan ini setuju pada pendapat pertama yang menyatakan bahwa cincin setidaknya setara dengan gaji satu atau tiga bulan.
Dia memilih mempermalukan tunangannya di sebuah forum di Facebook dan menceritakan bahwa dia amat kecewa karena berlian yang terlalu ''kecil''.
Sang perempuan sebelumnya berharap bahwa tunangannya akan memberikan kejutan yang ''lebih''. Dia berpendapat bahwa hal itu normal mengingat gaji tunangannya yang hampir mencapai 6 digit.
Perempuan itu menganggap bahwa cincin murah seharga 1.674 dolar AS atau Rp 25,4 juta seolah-olah adalah sebuah mainan kecil baginya.
Dia kemudian sangat bingung apa yang harus dia lakukan kepada tunangannya setelah melihat harga dari cincin tersebut.
Perempuan itu bertanya apa yang harus dia lakukan kepada netizen yang berada di Forum MumsNet.
Berikut deretan komentar netizen setelah melihat ''cincin murah'' tersebut:
1. Kata netizen ini cinta lebih penting dari harga sebuah cincin. Romantis ya!
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia