hitekno.com - Belum lama ini, netizen Twitter dibuat heboh dengan unggahan @pacarkuyoonsu pada Senin (05/11/2018). Akun ini lalu mengunggah sebuah foto dari beberapa pemuda yang memegang bendera PKI. Salah satunya disebut adalah Kaesang Pangarep.
Foto ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook Hengky Sanjaya di Forum PRIBUMI LINTAS AGAMA Menjaga Keutuhan NKRI.
Menurutnya, pria yang berada di pojok kanan tersebut adalah Kaesang Pangarep, putra bungsu dari Presiden Jokowi.
''Dapat foto ini dari teman, kalo ku lihat yang paling pojok itu kaesang putra presiden. Setelah ku zoom dan ku cek pakai media foto shop, ga ada editan dari foto ini. #mohon infonya sob.. bagi yang lebih paham..'' tulis pemilik akun Facebook tersebut.
''@kaesangp monggo mas Kaesang waktu dan tempat saya persilahkan..'' tulisnya.
Melalui akun Twitter pribadinya, pertanyaan @pacarkuyoonsu akhirnya dijawab oleh Kaesang Pangarep.
''Trus saya harus klarifikasi giru? Mending jualan pisang.'' tulis @kaesangp singkat.
''Minimal tes dna lah..'' tulisnya.
Aksi Kaesang yang konsisten mempromosikan Sang Pisang ini langsung banjir komentar kocak netizen.
''Adzab penjual pisang goreng sombong, dituduh PKI'' tulis netizen dengan akun @VaspotMbelink.
''Emang dia siapa kok disuruh klarifikasi? Kaya orang penting aja'' komentar netizen @1234yahuud.
''daripada kalrifikasi mending cari duit'' komentar @najijaho.
Mengenai kebenaran foto Kaesang Pangarep yang disebut memegang bendera PKI ini memang masih belum diketahui.
Namun, beberapa netizen yang meninggalkan komentar di cuitan @pacarkuyoonsu mengaku bahwa mereka tidak menemukan kesamaan antara Kaesang Pangarep dan foto tersebut.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi