hitekno.com - Memasuki penghujung tahun, Kominfo dalam siaran persnya merilis deretan hoaks paling menghebohkan selama 2018. Apa saja ya?
Kementrian Komunikasi dan Informastika ini pada dasarnya memiliki divisi khusus yang bertugas untuk melakukan identifikasi berita palsu atau hoaks yang ramai beredar di masyarakat.
Untuk bisa mengidentifikasi hoaks tersebut, Kominfo akan melakukan pengecekan fakta tersebut dalam beberapa tahap. Pada akhirnya, divisi ini merilis 10 konten hoaks yang menyebar dan membuat heboh selama 2018.
Dalam siaran persnya, Kominfo menyebutkan jika deretan hoaks ini cukup menimbulkan ketakutan dan keresahan di sebagian kelompok masyarakat hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa.
Berikut deretan hoaks paling menghebohkan selama 2018 versi Kominfo yang didapat dari mesin pengais konten Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo.
1. Telepon disadap dan chat WhatsApp dipantau pemerintah
Aktivitas yang dipantau antara lain, panggilan telepon hingga media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.
Setelah cukup membuat heboh masyarakat, Kominfo lalu dengan tegas membantah kejadian tersebut dan mengungkap bahwa kabar ini hanyalah hoaks.
2. Makanan mudah terbakar ternyata mengandung lilin/plastik
Awal 2018 dimulai dengan isu zat berbahaya pada serbuk sebuah merek minuman kopi sachet. Hal ini ramai menjadi perbincangan usai sebuah video saat seseorang menerbangkan serbuk kopi ke api dan membuat api semakin besar dan menyambar.
Membuat resah masyarakat, BPOM lalu dengan resmi menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Pasalnya, semua produk pangan memiliki rantai karbon berupa ikatan antara atom karbon hingga mengandung lemak dan minyak dengan kadar rendah. Jadi beberapa makanan pasti akan mudah terbakar jika disulut dengan api.
3. Kartu nikah dengan empat foto istri
Kabar hoaks itu berisi gambar kartu nikah berwarna kuning dengan logo Kementrian Agama serta berisi empat kolom istri dan satu kolom suami yang lengkap dengan nama dan tanggal pernikahan di masing-masing kolom istri.
Walaupun beberapa orang menganggap hal ini hanya lelucon, beberapa orang lainnya malah percaya dengan lelucon ini. Banyak yang berspekulasi bahwa kartu tersebut merupakan kartu legalitas untuk berpoligami.
Langsung dibantah keras oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, dinas ini menegaskan jika kartu yang diberikan memiliki warna dasar hijau dengan campuran warna kuning.
4. Penyerangan tokoh agama sebagai tanda kebangkitan PKI
Pada awal 2018, terjadi kasus pemukulan terhadap seorang tokoh agama. Setelah ditangani pihak kepolisian, terungkap bahwa pelakunya adalah seorang yang mengalami gangguan mental.
Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab lalu mulai menyebarkan hoaks bahwa hal tersebut merupakan tanda kebangkitan PKI. Bertindak cepat, Kominfo lalu merilis pengumuman bahwa berita tersebut adalah hoaks.
5. Telur palsu dan telur plastik
Berbagai foto dan video terkait proses pembuatan telur palsu ini langsung banyak diunggah di YouTube dan beberapa media sosial lainnya.
Membuat banyak pihak resah, isu ini rupanya sangat memberikan pengaruh besar ke para penjual telur. Tidak butuh waktu lama, Kementrian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri lalu turun ke lapangan dan membuktikan bahwa kabar ini hanyalah hoaks.
6. Rekaman black box Lion Air JT 610
Tidak hanya satu, berbagai kabar hoaks mengenai kejadian ini lalu berhembus kencang. Salah satunya adalah beredar video di YouTube yang diunggah oleh channel Juragan Batik Reborn dengan judul ''LION AIR JT610 tersebut Mengerikan Hasil Rekaman BLACK BOX''.
Bukan berisi rekaman black box Lion Air JT 610, rupanya video ini berisi kesaksian seseorang terkait video MAP detik-detik Lion Air JT 610 hilang kontak.
7. Konspirasi imunisasi dan vaksin
Isu ini lalu semakin menimbulkan stigma negatif masyarakat Indonesia mengenai imunisasi. Banyak masyarakat yang dibuat ragu untuk memberikan imunisasi untuk anak-anaknya.
Dengan cepat, kabar ini lalu dibantah oleh Kominfo dan menyebut jika hal ini adalah hoaks.
8. Penculikan anak
Hal ini lalu dibantah oleh Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar yang mengatakan jika oknum tersebut hanyalah seorang tukang parkir yang mengidap gangguan jiwa. Kabar tersebut lalu dikonfirmasi sebagai berita hoaks.
9. Gempa susulan di Palu
Pesan tersebut berisi informasi mengenai Palu yang sedang dalam kondisi siaga 1 karena akan segera terjadi gempa susulan berkekuatan 8,1 SR sehingga berpotensi terjadi tsunami besar.
Rupanya kabar ini adalah hoaks setelah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui Twitter.
10. Ratna Sarumpaet
Setelah menjadi viral dan dibenarkan oleh beberapa tokoh politik, Polisi lalu melakukan penyelidikan ketika mendapat tiga laporan mengenai dugaan hoaks.
Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian, Ratna diketahui tidak dirawat di 23 rumah sakit dan tidak pernah melapor ke 28 Polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai dengan 2 Oktober 2018.
Saat kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna diketahui tidak sedang di Bandung. Hasil penyelidikan menunjukkan Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.
Direktur Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan Ratna telah melakukan perjanjian operasi pada 20 September 2018 dan tinggal hingga 24 September. Polisi juga menemukan sejumlah bukti berupa transaksi dari rekening Ratna ke klinik tersebut.
Itu tadi deretan hoaks paling menghebohkan selama 2018 menurut Kominfo. Kamu pernah termakan hoaks yang mana nih?
Berita Terkini
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026
-
Pengamat Ingatkan Risiko Face Recognition untuk Registrasi SIM, Operator Diminta Tak Simpan Data Wajah
-
Netflix Adaptasi Tiga Novel Dee Lestari menjadi Original Series