hitekno.com - Demam Dilan 1991 sepertinya menjadi fenomena baru. Merayakan suksesnya film ini di bioskop, ada juga kisah viral yang ikut mencuri perhatian. Seorang gadis cantik belum lama ini viral di Facebook usai dirinya menawarkan jasa nonton bareng Dilan 1991. Pria-pria langsung antri, nih.
Gadis dengan nama Facebook Guin Fleur ini mengunggah foto cantiknya yang mengenakan baju berwarna pink sambil selfie ke arah kamera.
Bersama dengan unggahannya, Guin Fleur memberikan beberapa tawaran serta jasa untuk menemani siapa saja yang ingin menonton film Dilan 1991.
Untuk melakukan beberapa hal, si pengguna jasanya perlu membayar. Daftar harga dari jasa ini juga dijelaskan oleh Guin Fleur dalam unggahannya.
Pada bagian akhir daftar harga tersebut, Guin Fleur menjelaskan bahwa harga di atas belum termasuk biaya gandengan tangan. Tertarik?
Unggahan pasa 1 Maret 2019 ini lalu menjadi viral di Facebook dan membuat para pria antri agar bisa nonton bareng Dilan 1991 bersama si gadis cantik.
''1.5 include kenalin ortu gak ?'' tulis Slamet Ruswanto Eka Prasetya menawarkan harga yang lebih tinggi.
''NONTON+GANDENGAN+MAKAN+SWIMMING+PACARAN+NIKAH = ?'' tulis Bima Sakti Akbar menanyakan total harga.
Film Dilan 1991 sukses menjadi fenomena di Indonesia. Angka penonton di hari pertama film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan ini bahkan menyentuh angka 1 juta.
Jadi, kamu tertarik menerima tawaran dari gadis cantik dengan akun Facebook bernama Guin Fleur ini?
Sejak pertama kali dibuat, unggahan gadis cantik yang tawarkan jasa nonton bareng Dilan 1991 ini sudah dibagikan sebanyak 1.846 kali dan mendapat 125 komentar.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia