hitekno.com - Netizen negara +62 selalu ada saja ada cara dalam menemukan hal unik di sekitar mereka. Netizen menyoroti tangan mempelai wanita dan membahasnya sehingga viral di Facebook.
Seorang pengguna Facebook bernama Aya membagikan sebuah unggahan di forum Video Gambar Dan Cerita Lucu (VGCL Grup Humor).
Unggahan tersebut berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 2.200 Like dan ratusan komentar dari netizen.
Menggunakan caption ''gede banget tangannya (emoticon tertawa)'', akun itu memancing netizen untuk ikut memperhatikan tangan mempelai wanita.
Karena tangannya yang terlihat kekar, banyak netizen yang berasumsi bahwa itu tidak lazim.
''Malam pertama, langsung main pedang-pedangan,'' komentar Squarpants Jr.
''Cewek berbatang itu c*k, wkwkwk,'' balas Chrys Madewa.
Setelah tim HiTekno telusuri, ternyata mempelai wanita tersebut adalah seorang perempuan tulen.
Bahkan ketika tahu prestasi sang mempelai wanita, netizen +62 tidak akan menertawakannya dan justru bangga serta menghormatinya.
Mempelai wanita itu adalah seorang atlit MMA profesional yang disegani oleh dunia, seorang perempuan bernama Gabrielle "Gabi" Lemos Garcia.
Ia menikah pada akhir Januari 2019 lalu.
Perempuan yang akrab disebut sebagai Gabi Garcia ini telah menorehkan banyak prestasi internasional.
Setelah tahu fakta ini, sebagian kecil netizen yang menyadarinya langsung memberikan komentarnya.
''Jangan coba jadi pelakor ya..awass,'' komentar DenMas'e Rangga.
''Lu nikah sama cewek itu, lirik cewek dikit bonyok dah badan,'' balas Sotta Banyol.
Itulah tadi unggahan yang menyoroti lengan mempelai wanita sehingga viral di Facebook, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi