hitekno.com - Sampah plastik kini menjadi masalah global karena keberadaannya membahayakan ekosistem. Cuitan ini viral di Twitter setelah ilustrasinya berhasil "nampar" netizen yang tak peduli dengan sampah plastik.
Seorang netizen bernama Melina dengan akun Twitter @meliwieder menggugah kesadaran netizen lainnya mengenai sampah plastik.
Cuitan yang menyertakan ilustrasi inspiratif berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 336 ribu Retweet dan 336 ribu Like.
Tak hanya itu, ratusan netizen juga ikut berkomentar setelah ikut tergugah dari ilustrasinya.
Ia membagikan ilustrasi bahwa butuh waktu 1 detik untuk membuang sampah botol plastik.
Tutup minuman instan yang terbuat dari plastik juga bisa mencemari ekosistem laut selama ratusan tahun.
Itu sejalan dengan penelitian ilmuwan yang diterbitkan pada pertengahan Mei 2019.
Sekelompok peneliti sangat terkejut setelah melihat 414 juta sampah plastik pada pulau terpencil di Samudra Hindia.
Padahal pulau tersebut terletak sangat jauh dari Australia atau sekitar 2.100 kilometer dari pulau utama.
Sontak saja, itu membuat banyak netizen yang memberikan komentarnya.
"Plastik tidak pernah benar-benar hilang, berubah menjadi mikro plastik. Jadi plastik tetap ada selamanya, membunuh binatang yang mengkonsumsinya. Mencemari samudera, daratan. Akhirnya kembali ke kita," komentar @stephanieeyt.
"Sesuatu harus dilakukan, banyak makhluk laut yang mati karena ekosistem mereka tercemar sampah plastik," balas @knowledge2much.
Itulah tadi cuitan mengenai sampah plastik yang sangat menampar netizen sehingga viral di Facebook, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia