hitekno.com - Sebuah peristiwa kocak, miris sekaligus unik terjadi di sebuah kecil di India. Salah satu warganya mengaku melihat sebuah benda seperti batu jatuh dari atas langit di sebuah lahan kosong.
Dilansir dari The Indian Express, peristiwa ini terjadi di Fazilpur Badli, negara bagian Haryana.
Bongkahan yang diduga meteor tersebut memiliki warna pucat kuning-kecoklatan dengan sedikit tekstur transparan di permukannya.
Balwan Pemilik lahan tempat bongkahan yang dikira meteor ini mengaku mendengar suara seperti pesawat yang melintas dibarengi bongkahan tersebut jatuh dari langit.
Bongkahan yang diperkirakan mencapai 8 sampai 10 kg tersebut awalnya dikira warga desa bongkahan es, tapi tidak mencair.
Sehingga masyarakat sekitar menduga adanya bahan kimia yang terkandung di dalamnya.
Beberapa warga memutuskan untuk membawa pulang sedikit pecahan benda tersebut dan dimasukkan ke dalam kulkas mereka.
Namun, Balwan yang penasaran dengan hal itu melaporkannya ke kepala desa dan mendatangkan Satgas kriminal dan forensik untuk menyelidikinya.
Setelah berjam-jam akhirnya mereka memanggil ilmuwan dari Departemen Meteorologi India (IMD) mengambil sampel untuk diteliti.
Setelah itu diketahuilah bongkahan tersebut bukanlah meteor, melainkan tinja beku yang dibuang dari atas pesawat.
Terjadinya bongkahan tersebut akibat kecepatan jatuh dan temperatur dingin di udara, sehingga tinja yang dibuang dari atas pesawat akan membeku ketika mencapai daratan.
Mengetahui fakta yang sebenarnya, warga desa yang telah mengambil secuil bongkahan yang diduga meteor ini membersihkan kulkas dan benda-benda yang bersentuhan langsung dengan tinja beku tersebut.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi