hitekno.com - Video yang memperlihatkan pasangan yang asik mesra-mesraan di taman belum lama ini menjadi viral di Twitter. Sayangnya, ending dari pasangan yang mau pegangan tangan ini tidak begitu menyenangkan. Pasalnya, keduanya malah berantem hingga gagal romantis.
Cuitan yang viral di Twitter ini pertama kali diunggah oleh akun @midiahn pada Selasa (2/7/2019) lalu dan langsung mencuri perhatian pengguna Twitter.
Dalam video berdurasi 11 detik ini terlihat pasangan-pasangan yang asik mesra-mesraan di sebuah taman. Pasangan pertama asik berdekatan hingga akhirnya pegangan tangan dengan begitu romantis.
Hal berbeda justru terjadi dan menimpa pasangan kedua. Ingin pegangan tangan dan meniru pasangan pertama, pasangan kedua ini malah berakhir berantem.
Terlihat seorang wanita mengarahkan tangannya untuk menggenggam tangan pria yang berdiri di depannya. Saat akhirnya tangan keduanya bersentuhan, pria ini justru menarik tangannya dari genggaman wanita tersebut.
Kisah pasangan ini lalu berakhir miris. Gagal romantis karena nggak jadi pegangan tangan, keduanya malah berantem dan berakhir si wanita ditinggal oleh pria ini.
''Definisi wanita selalu benar. Dia memulai, dia pula yang marah!'' tulis netizen pemilik akun @ambitchouslady.
''Buuuukkk ganas bangeeeeeet..'' komentar @sapahayo_.
''Jangan seperti ini ya Bunda, ini perbuatan tidak baik..'' ungkap akun @mnchozin.
''Kaget dong, pake disenyumin segala..'' tulis netizen pemilik akun @ngger41.
Sejak pertama kali dibuat, unggahan mengenai pasangan yang berantem hingga gagal romantis ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 65 ribu kali dan mendapat 1.514 retweets dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi