hitekno.com - Baru-baru ini, kisah viral antara customer dan driver ojol mencuri perhatian pengguna Instagram. Saling menolak untuk melakukan cancel orderan, driver ojol ini berakhir emosi hingga tantang customer untuk duel.
Menjadi viral di Instagram, kisah antara driver ojol dan customer ini dibagikan oleh @awreceh.id pada Minggu (7/7/2019) lalu.
''Sangat tidak santuy..'' tulis @awreceh.id dalam unggahannya.
Tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat driver ojol dan customer ini berseteru hingga saling meminta untuk melakukan cancel orderan.
Namun, dalam screenshot percakapan antar keduanya, driver ojol ini meminta si customer untuk melakukan cancel orderan. Sayangnya, permintaan driver ojol ini ditolak mentah-mentah oleh customer.
Sama-sama menolak melakukan cancel order, driver ojol akhirnya dibuat emosi dan menantang customer untuk duel.
''Yaudah mas tunggu situ.. Saya kesitu kita duel aja ya.. yang kalah cancel orderannya.. mau ga?'' tulis driver ojol bertanya.
''Jika bisa baku hantam, mengapa mesti damai?'' tulis akun @meyezz.
''Buat apa Tuhan menciptakan tangan kalo bukan untuk baku hantam..'' komentar netizen @rezaa.syah.
''Berbaku hantam adalah budaya kita..'' ungkap netizen dengan akun @m.yusuf.ramadhan.
''Mantap!, Baku hantam ada di jiwa dan raga kita semua..'' tulis netizen pemilik akun @okitanaya04.
Sepertinya netizen Indonesia begitu menikmati jika terjadi duel dan baku hantam ya.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan @awreceh.id mengenai driver ojol yang tantang customer duel karena menolak melakukan cancel orderan ini sudah mendapat 135.496 likes dan 838 komentar.
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana