hitekno.com - Memberikan komentar ke putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming terkait penampilannya, cuitan seorang netizen di Twitter menjadi viral di Twitter. Tidak tinggal diam, Gibran Rakabuming rupanya memberikan jawaban kocak terkait hal ini.
Dalam sebuah wawancara dengan media, netizen ini menemukan hal berbeda dari penampilan Gibran Rakabuming. Hal berbeda tersebut terlihat di bagian alis ayah Jan Ethes ini.
Menurut netizen tersebut, alis kanan Gibran Rakabuming terlihat lebih tebal jika dibandingkan dengan alis bagian kiri.
''Mas, alismu kok kandel sebelah kii..'' tulis @katanadda.
Benar saja, jika diperhatikan alis kanan Gibran Rakabuming memang terlihat lebih tebal dari sisi lainnya.
Entah karena lighting atau angle kamera, hal ini masih menjadi misteri dan mengundang tanya banyak orang, termasuk Gibran Rakabuming.
''Iya buru-buru'' komentar akun @Chilli_Pari.
Jawaban kocak Gibran Rakabuming ini lalu mendapat berbagai komentar dari netizen. Dibuat ngakak, banyak yang lalu menggoda kakak sulung Kaesang Pangarep ini.
''Makanya disulam aja alisnya. Banyak lo sulam alis yang lagi promo juga mas'' tulis netizen dengan akun @gobloqpipel memberi saran.
''Mas @Chilli_Pari itu pakek skincare apa ya ko bisa glowing gitu, rekomendasiin dong'' cuit akun @bayusucip.
''Pantesan. Lain kali jangan dadakan'' ungkap akun @nishaexcel.
Jawaban Gibran Rakabuming yang kocak ini rupanya membuat dirinya tidak jauh berbeda dengan Kaesang Pangarep yang sering membuat banyolan di Twitter ya.
Cuitan Gibran Rakabuming saat penampilannya dikomen netizen ini sudah mendapat 1.825 retweets dan 243 balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi