hitekno.com - Sebuah cuitan melalui akun @areajulid belum lama ini cukup membuat heboh. Dalam cuitan tersebut, netizen yang tidak diketahui namanya meremehkan pekerjaan ojek online. Tidak terima diremehkan, para driver ojol pamer penghasilan fantastis per hari.
Cuitan @areajulid ini diunggah kembali ke Instagram oleh akun @dramaojol.id pada Rabu (7/8/2019) dan menjadi viral di Instagram.
''JANGAN REMEHKAN OJOL..'' tulis caption dalam unggahan @dramaojol.id tersebut.
Dalam screenshot yang diunggah, akun @areajulid mengunggah cuitan yang menyebut bahwa orang tua yang membiayai sekolah, kuliah, hingga anaknya harus menganggur lama dan kemudian bekerja sebagai driver ojol adalah orang-orang yang tidak tahu malu.
''[TEA] CAPE-CAPE ORANG TUA BIAYAIN SEKOLAH, KULIAH DAN KEHIDUPAN LO, NGANGGUR LAMA SEKALINYA KERJA CUMAN JADI DRIVER ONLINE. WKWK ANAK GO**** DASAR GATAU MALU..'' cuit akun @areajulid.
Tidak terima karena pekerjaannya diremehkan, beberapa driver ojol yang tidak diketahui identitasnya ini lalu pamer penghasilan fantastis per hari.
Menyelesaikan 28 orderan dalam satu hari, driver ojol yang pertama mendapat Rp 426.700 dari orderan, bonus Rp 200.000 dari perusahaan ojek online, dan tip customer sebesar Rp 20.000. Total, per hari driver ojol ini mendapat Rp 646.700.
''Daripada di sekolahin mahal-mahal tapi nggak punya sopan santun/attitude'' tulis akun @nwenkyiez.
''Capek-capek orang tua nyekolahin lu masih cuman bisa bacot ya gini'' komentar netizen pemilik akun @call_esar.
''Gaji bulanan akan kalah dengan gaji ojol sehari :v (betul ga sih)'' ungkap akun @catwalkzz666.
Sejak dibuat, unggahan mengenai driver ojol pamer penghasilan fantastis per hari usai pekerjaannya diremehkan ini sudah mendapat 44.533 likes dan 2.183 komentar.
Berita Terkini
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia