hitekno.com - Mengenal seorang pria melalui kencan online memang tak selalu berjalan mulus, seperti kisah seorang wanita di Malaysia yang terjebak hutang pihutang karena kenalannya yang ia kenali dari aplikasi kencan online.
Wanita bernama Lee, berumur 33 tahun mengatakan dia kehilangan pekerjaannya dan harus menyelesaikan hutangnya ke rentenir.
Dilansir dari laman The Star, ia mengaku dikejar-kejar rentenir untuk melunasi hutang yang ia pinjam untuk diberikan kekasihnya yang ia temui melalui online.
Ia meminjamkan sejumlah uang senilai 9.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 30 juta.
Lee mengatakan bahwa ia salah satu dari rentenir tersebut akan tutup mata mengenai hutangnya dan menawarkan uang tunai jika dia berpose telanjang untuknya pada akhir bulan lalu.
''Dia membawa saya ke sebuah hotel dan mengambil beberapa video dan foto saya dan mengatakan kepada saya bahwa tidak perlu khawatir tentang pembayaran. Ia juga memberi saya uang tunai'' katanya dalam sebuah wawancara di Departemen Layanan Publik dan Pengaduan MCA.
Lee bercerita bahwa ia terlibat dalam kekacauan tersebut setelah ia meminjamkan uang pada laki-laki bernama Kevin tiga bulan lalu dan mengaku bekerja untuk industri minyak dan gas.
Ia mengaku, bahwa ia membutuhkan uang tersebut untuk membayar produk-produk bisnisnya
Kevin juga mengatakan pada Lee akan mengembalikan uang tersebut dan melamarnya pad akunjungan berikutnya.
''Saya mencoba mengambil pinjaman tersebut dari pinjaman online bernama Apple dan Jessie melalui Facebook dan menuntutnya membayar biaya pemrosesan tersebut'' katanya.
Kepala departemen layanan tersebut Datuk Seri Michael Chong mengatakan Lee sebenarnya adalah korban penipuan cinta dan Kevin yang ia temui melalui online tersebut adalan penipu.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi