hitekno.com - Postingan akun @klengkam belum lama ini menjadi viral di Twitter. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang pria yang ingin tampil sangar ala black metal. Jauh dari ekspektasinya, hasil dandanan pria ini malah kocak.
''Ke666elapness yang sesungguhnya'' tulis akun @klengkam dalam cuitannya.
Cuitan akun @klengkam ini dibuat pada Senin (30/9/2019) lalu. Setelah ditelusuri, sebelum diunggah @klengkam, pemilik unggahan ini adalah seorang pria bernama Nicolaus Deka dengan akun Instagram @nicolausdeka.
Entah dalam acara apa, pria ini bersama rekan-rekannya ingin tampil sangar dengan berdandan ala black metal. Menunjang penampilan agar semakin sangar, pria ini bersama rekan-rekannya merias wajahnya dengan cat wajah berwarna hitam dan putih.
Sayangnya, hasil dandanan pria ini jauh dari ekspektasi. Wajahnya memang dirias dengan cat wajah berwarna hitam dan putih layaknya rekannya yang lain. Namun, bukan dandanan black metal yang dirias, wajah pria ini malah dirias dengan riasan ala pengantin Jawa.
''Thank you loh mas, buatku ketawa hari ini, padahal hari ini cukup berat. Ku terhibur!'' tulis akun @siti_faridah.
''Mas kebelet metal si malah jdi penganten jawa kan :((('' komentar netizen dengan akun @nuruldalqarani.
''Balik kampus capek, mana chat ga di bales, liat begini jadi ketawa dong, thx masnya wkwk'' ungkap pemilik akun @AzrielDivand.
Masih viral, hingga artikel ini dibuat, unggahan @klengkam mengenai dandanan pria yang ingin tampil sangar ala black metal ini sudah mendapat 10.251 retweets dan 451 balasan dari netizen. Yang penasaran dengan pemilik foto ini, langsung berkunjung ke akun Instagram miliknya ya @nicolausdeka.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi