hitekno.com - Dalam dua hari terakhir, netizen Indonesia dihebohkan dengan kasus plagiat channel YouTube Calon Sarjana. Sebelumnya, seorang YouTuber internasional dengan channel bernama JT membagikan thread bahwa kontennya telah dicuri oleh Calon Sarjana.
Meski akun resmi Calon Sarjana sudah meminta maaf, berbagai hujatan dan sindiran terus menerpa mereka.
Bahkan saat ini (09/11/2019), video terbaru yang diunggah oleh channel YouTube Calon Sarjana telah menerima 25 ribu Dislike.
"Yet there’s still 100s of stolen videos. 12m subs, ok buddy. (Saat ini masih ada 100an dari video yang dicuri. 12 juta pengikut, ok sobat)," cuit @JTonYouTube saat membagikan screenshot permintaan maaf dari Calon Sarjana.
Sutradara sekaligus komika terkenal, Ernest Prakarsa, ikut menyindir kasus plagiat yang menimpa Calon Sarjana.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai sesama seniman atau kreator, dirinya gampang terpancing emosi kalau ada kasus pencurian ide.
"Sori banget nih. Tapi sebagai sesama seniman/kreator, gw gampang banget kepancing emosi kalo ada kasus pencurian ide. Apalagi oleh korporasi, dan dilakukan berulang-ulang untuk mengeruk keuntungan. B*j*ngan," tambah @ernestprakasa.
Menanggapi hujatan netizen Indonesia dan beberapa influencer ternama, sang CEO Infia Network akhirnya ikut buka suara.
Seperti yang telah diketahui bahwa Calon Sarjana masih dalam satu naungan media dengan Infia Network.
Sang CEO Infia Network, Richo Pramono menyampaikan permintaan maafnya dan bahkan me-mention akun @ernestprakasa agar ia bisa belajar kepada para content creator atau seniman senior.
Dalam thread-nya, ia meminta netizen untuk tidak ikut menghardik beberapa partner yang masih menjadi naungan Infia Network seperti Tahi Lalats, JSD, dan lain-lain karena dirinya beranggapan bahwa mereka tidak ada sangkut pautnya dengan kasus plagiat atau pencurian konten yang menyangkut Calon Sarjana.
Meski sudah meminta maaf, video terbaru di channel YouTube Calon Sarjana masih dihujani dengan komentar negatif serta sindiran dari netizen.
Berita Terkini
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026
-
Pengamat Ingatkan Risiko Face Recognition untuk Registrasi SIM, Operator Diminta Tak Simpan Data Wajah
-
Netflix Adaptasi Tiga Novel Dee Lestari menjadi Original Series