hitekno.com - Sekelompok driver ojol di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu yang lalu nekat membawa pulang jenazah seorang bayi dari rumah sakit tanpa ambulans. Kejadian ini viral di Instagram dan mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Diunggah melalui akun @infopadang_, nampak sebuah siaran langsung saat sekelompok driver ojol nampak berada di sebuah rumah sakit di Padang, Sumatera Barat.
Diketahui, para driver ojol ini berkumpul di rumah sakit tersebut usai menerima broadcast melalui WhatsApp. Dalam pesan broadcast tersebut disebutkan bahwa karena kendala biaya, pihak keluarga sang bayi ini tidak bisa membawa pulang jenazah.
Sebelumnya, bayi malang ini bernama Khalif dan baru berusia enam bulan. Dirinya meninggal di rumah sakit tersebut akibat kelenjar getah bening.
Dengan niat baik, salah satu dari sekelompok driver ojol tersebut nampak menggendong jenazah sang bayi keluar dari kamar jenazah dan membawanya pulang ke rumah.
Sayangnya, niat para driver ojol ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya datang dari pihak rumah sakit.
Dikutip dari Suara.com, pihak rumah sakit bahkan mengambil langkah hukum mengenai apa yang dilakukan para driver ojol.
Dijelaskan oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Yusirwan Yusuf, tindakan ini dianggap sangat keterlaluan.
Dirinya menuding bahwa pihak rumah sakit telah mempersulit pemulangan jenazah. Lebih lanjut, ibu jenazah bayi ini membuat laporan untuk pihak rumah sakit ke Ombudsman, Perwakilan Sumatera Barat.
Pro dan kontra terkait jenazah bayi yang dibawa pulang driver ojol ini masih terus berlangsung. Selain menuai pujian, banyak yang juga menyayangkan kejadian ini.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia