hitekno.com - Pemilik akun alter @samyangfire baru-baru ini banjir hujatan netizen usai akun @GRESAIDS mengunggah bukti dirinya saat melakukan pelecehan ke beberapa gadis melalui Twitter.
Dalam thread panjang yang ia buat, akun Twitter ini mengungkap pengakuan beberapa gadis yang mengaku sebagai korban pelecehan yang dilakukan oleh pemilik akun alter @samyangfire tersebut.
Menurut cuitannya, @samyangfire beberapa kali mengirim DM ke si target dan mengajaknya untuk pergi ke kontrakannya sebelum kemudian menjadikan gadis-gadis cantik tersebut konten pribadinya.
"Banyak kok yang di-DM sama dia dengan beribu-ribu alasan, entah to the point "maen ke kosan aku yuk" atau bahkan alasan klasik "ngopi berdua yuk" tahunya malah dibelokin ke kontrakannya dan diajak cuddle tapi maksa" tulis @GRESAIDS.
Sadar kasusnya menjadi viral di Twitter, pemilik akun alter @samyangfire ini lalu memberikan klarifikasi di akun pribadi miliknya.
Lebih lanjut, sosok ini juga mengaku telah salah karena sudah mengajak beberapa korban untuk melakukan hal-hal tersebut.
Lebih lanjut, akun @samyangfire ini mengaku dirinya tidak pernah membagikan foto 18+ tanpa izin dari korban-korbannya tersebut.
"Saya akuin saya salah, di akun ini kelakuan saya sangatlah tidak baik mulai dari ngajakin ngopi, minum, ngeroom, cuddle, HS, dan lain-lain. Saya siap bertanggung jawab atas semua kelakuan saya. Terima kasih sudah mengingatkan saya. Sekali lagi mohon maaf," tulis @samyangfire.
Thread panjang yang dibuat @GRESAIDS mengenai pemilik akun alter yang lakukan pelecehan ke beberapa gadis ini sudah mendapat 13.221 retweets dan lebih dari 1.200 komentar netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi