hitekno.com - Usai membuat laporan Jakarta banjir, Yunarto Wijaya kembali membuat laporan serupa hari ini, Selasa (25/2/2020). Pagi-pagi sekali, dirinya mengunggah potret daerah rumahnya dilanda banjir. Laporannya lalu viral seiring dengan Trending '#banjir' di Twitter.
Berdasarkan informasi di cuitan tersebut, direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya mengunggahnya pada pukul 6.01 WIB. Dari angle yang sama, dirinya mengunggah potret daerah perumahannya yang diserang banjir yang cukup tinggi.
Dalam cuitannya, Yunarto Wijaya juga menyindir Anies Baswedan yang beberapa waktu lalu sempat mengunggah potret Jakarta yang cerah. Dirinya menjelaskan bahwa Jakarta tidak memiliki langit biru layaknya foto yang diunggah Anies Baswedan.
''Lapor pak @aniesbaswedan, langitnya gak sebiru foto bapak, dan trotoarnya gak seindah gambar yang bapak kirim, ketutupan air. Ini bukan foto 2 hari lalu yang saya kirim pak, ini foto kondisi terkini'' tulis @yunartowijaya dalam cuitannya.
Viral di Twitter bersama dengan hashtag #banjir, cuitan Yunarto Wijaya ini lalu ditanggapi beragam oleh netizen. Beberapa netizen menyebutkan bahwa Anies Baswedan masih tidur dan belum bisa membaca laporan tersebut.
''Pak Anies masih tidur, bangunnya pas Jakarta lagi langit biru'' komentar pemilik akun @ninocindy8.
Karena diunggah di pagi hari, selain menyebut bahwa Anies Baswedan masih tidur, beberapa netizen juga mengunggah meme saat Gubernur DKI Jakarta ini sedang terlelap tidur.
Kali ini, cuitan Yunarto Wijaya mengenai banjir Jakarta ini sudah mengumpulkan lebih dari 1.500 retweets dan ratusan balasan dari netizen yang ramai-ramai menyinggung Anies Baswedan.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi