hitekno.com - Akun Twitter komika Babe Cabita baru-baru ini mencuri perhatian usai mengirimkan cuitan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 mendatang. Cukup menghebohkan, Ernest Prakasa lalu mengkonfirmasi pelaku hack ini.
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan akun Twitter Babe Cabita menjadi korban hack ini. Namun, cuitan pertamanya yang memicu kecurigaan netizen dikirimkan pada Minggu (29/3/2020) lalu.
Dalam cuitan di akun @babecabiita tersebut, nampak komika ini memberi dukungan pada Anies Baswedan agar menjadi calon presiden 2024 mendatang.
Lebih lanjut, berdasarkan cuitan ini, Babe Cabita memuji kinerja Anies Baswedan yang dirasa memiliki kebijakan yang terbaik dan brilian.
"Anies gubernur terbaik rasa presiden, siap untuk jadi presiden 2024. Rapatkan barisan dukung @aniesbaswedan capres 2024. Apapun kebijakan Anies Baswedan kita dukung karena kebijakannya adalah yang terbaik dan brilian" tulis @babecabiita dalam cuitannya.
Menurut Ernest Prakasa, akun Twitter Babe Cabita dengan username @babecabiita telah dihack oleh pihak bertanggung jawab. Tidak membocorkan siapa yang ia maksud, Ernest Prakasa menyebut bahwa pelaku hack ini sudah jelas siapa.
"Akun ini di-hack. Udah jelas ya, siapa hacker-nya" balas @ernestprakasa dalam cuitannya.
"Ngaku deh @pandji" ungkap akun @D_Lion12.
Melalui akun Instagram pribadinya, Babe Cabita lalu mengkonfirmasi kasus hack yang ia alami ini. Dirinya juga meminta bantuan Twitter Indonesia untuk kembali memulihkan akun Twitter pribadinya tersebut.
Sempat viral di Twitter, unggahan Babe Cabita yang dukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 ini telah mengumpulkan 361 retweets dan ratusan balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi