hitekno.com - Setelah muncul kabar bahwa Samsung Galaxy Tab S6 Lite sudah lolos sertifikasi, kini keberadaan perangkat terdeteksi di situs e-commerce atau toko online. Tenyata, harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite jauh lebih murah jika dibandingkan dengan varian premiumnya.
Sebagai informasi, Samsung Galaxy Tab S6 masuk dalam kategori tablet premium mengingat perangkat itu membawa spesifikasi yang cukup gahar.
Pada Oktober 2019, Samsung Galaxy Tab S6 sudah masuk ke Indonesia dengan harga Rp 11.999.000 untuk unit tabletnya saja.
Sementara untuk bookcover keyboard dijual terpisah dengan harga Rp 2.199.000.
Samsung Galaxy Tab S6 mempunyai beberapa spesifikasi yang mumpuni termasuk chipset Qualcomm Snapdragon 855, RAM 6 GB, memori internal 128 GB, dan layar AMOLED 10,5 inci.
Berdasarkan bocoran sebelumnya, akan ada beberapa 2 tipe dari Samsung Galaxy Tab S6 yaitu Samsung Galaxy Tab S6 Lite dan Samsung Galaxy Tab S6 5G.
Pada situs resmi Argos, Samsung Galaxy Tab S6 Lite sudah memasuki masa pre-order dengan banderol harga sebesar 399 poundsterling atau Rp 7,9 juta.
Itu merupakan tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite versi Wi-Fi.
Perangkat hadir dengan memori internal 64 GB dan tersedia dalam dua warna yaitu Angora Blue dan Oxford Grey.
Tak menggunakan Snapdragon 855, versi Lite dari tablet premium ini mempunyai dapur pacu dari Exynos 9611.
Perangkat memiliki RAM 4 GB dan terdapat slot MicroSD untuk penyimpanan tambahan hingga 1 TB.
Samsung masih belum mengonfirmasi ketersediaan tablet ini secara global termasuk ke Indonesia.
Namun tak menutup kemungkinan bahwa Samsung Galaxy Tab S6 Lite bisa masuk ke Indonesia dengan harga yang lebih murah dari versi Eropa.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia