hitekno.com - Pandemi corona membuat banyak orang melalukan kegiatannya dengan sesuatu yang baru, termasuk bertunangan dengan kekasih. Belum lama ini sebuah kabar tak biasa datang dari pasangan Amerika yang bertunangan melalui video conference Zoom.
Diketahui keduanya belum pernah bertemu secara langsung di dunia nyata, keduanya hanya di bertemu melalui kencan virtual yang diselenggarakan oleh serial TV yang diadakan via Zoom.
Dalam acara tersebut sebanyak 12 orang bersaing untuk mendapatkan kekasih, salah satunya pengusaha berusia 28 tahun dari San Fransiscon, California.
Usai mengikuti acara kencan virtual selama tiga jam, Katia Ameri diketahui tak lagi melajang, paslanya dalam acara tersebut ia bertunangan dengan seorang pria asal New York.
Dilansir dari laman News.com Australia, usai tiga jam kencan virtual, Katia Ameri resmi bertunagan dengan Ronak Trivedi dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui Zoom.
Katia Ameri sepertinya langsung jatuh cinta dengan Ronak Trivedi dalam acaranya tersebut usai PDKT secara singkat.
Menurut Ameri, tunangannya adalah orang yang jujur meski bertemu di dunia nyata. Hal itu yang membuatnya ia yakin dan bertunagan meski melalui virtual.
Sejak pertungannya yang unik, sepasang kekasih inni berkomunikasi degan FaceTime. Hal-hal unik ini terjadi dan merubah banyak orang sejak pandemi ini merebak.
Pasalnya keharusan social distancing membuat banyak orang dilarang membuat kerumunan dan mengkarantina diri di rumah. Oleh karena itu, aplikasi video conference seperti Zoom kini kian populer digunakan untuk melakukan segala aktivitas, termasuk bertunangan.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi