hitekno.com - Kolektor action figure pasti punya area tersendiri di rumahnya untuk menyimpan dan memajang barang kebanggaannya. Namun apa jadinya jika ada rombongan bocah cilik yang sampai menjamah tempat tersebut?
Seperti yang termuat dalam potret yang viral di Facebook satu ini, sebuah ruangan penuk action figure kedatangan rombongan bocah cilik.
Pengguna Facebook dengan akun bernama Rusdi Alamsyah membagikan postingan di forum "Persatuan OP WARNET indonesia".
Postingan yang membuat ketar-ketir kolektor action figure ini diberi caption bertuliskan "Its nightmare (Ini mimpi buruk)".
Menarik perhatian, postingan berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 7.100 Like dan ribuan komentar dari netizen.
Dalam postingan yang viral di Facebook, terlihat sebuah ruangan yang didesain khusus untuk menyimpan action figure.
Di dalam ruangan juga tampak beberapa karakter dari anime dan manga legendaris Dragon Ball, serta beberapa karakter dari anime populer lainnya.
Netizen menjadi salfok karena terlihat 4 orang anak kecil sedang berada di dalam ruangan.
Dua dari empat anak yang berada di dalam ruangan tampak takjub memandangi deretan koleksi action figure sehingga netizen ikut "khawatir".
Banyak netizen yang memberikan beragam komentar setelah melihat para bocah yang masuk ruangan penuh action figure ini.
"Ketika ada yang rusak: Sini tante ganti,Rp 50 ribu kan? (emoticon tertawa)," canda Ali Ridho.
"Woi! Aduh! Gue nangis asli," balas Olvia Fakhirah.
"Elu yang punya kenapa gue yang deg-degan ya," kata Megan Tantra.
Itulah tadi postingan yang viral di Facebook mengenai para bocah yang masuk ke ruangan penuh action figure, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi