hitekno.com - Belum lama ini beredar video singkat dari TikTok yang memperlihatkan perjuangan seorang ayah membelikan HP untuk anaknya. Video singkat yang diunggah TikTok @dewerkubur dan diunggah ulang oleh akun Instagram @keluhkesahojol.id dan viral di Twitter.
Bikin netizen ikut terharu, dalam video singkat tersebut terlihat seorang bapak-bapak dengan membawa karung datang ke sebuah gerai HP.
Terlihat ia tengah memilih dan melihat-lihat ponsel di gerai tersebut, ternyata ia akan membelikan HP untuk anaknya.
Dipilihlah satu HP yang ingin dibelinya, namun betapa kagetnya penjual tersebut saat bapak tadi menyerahkan karung yang ia bawa untuk membayar HP.
Ternyata di dalam karung yang ia bawa tersebut berisi uang recehan sejumlah dengan harga HP tersebut.
Bapak tersebut menyerahkan isi karung berisi recehan yang juga langsung diterima oleh penjual toko tersebut.
Tak sedikit yang terkagum dengan perjuangan untuk membelikan anaknya HP meskipun dengan recehan yang ia kumpulkan selama ini.
''Salut, dimana orang-orang mau bergaya beli hp dengan cara kredit si bapak ini beli cash walau dengan uang "receh" tulis salah satu netizen dengan rasa kagum dengan perjuangan seorang ayah.
''Banggalah yang jadi anaknya... karena mempunyai bapak yang sangat-sangat spesial'' komentar netizen lainnya yang kagum.
''Nangis sih ini'' netizen lainnya yang terharu.
''Jadi anak jangan banyak nuntut orang tua, sekecil apapun permintaan anak, itu jadi beban fikiran orang tua'' tulis netizen lainnya.
Video singkat seorang bapak membelikan anaknya HP dengan uang receh ini sudah ditonton lebih dari 10 ribu kali dan viral di Instagram.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia