hitekno.com - Ingin tampil cantik dan langsing, beragam cara mungkin akan ditempuh untuk mewujudkan badan yang diinginkan.
Berbagai cara ditempuh seperti diet makan hingga konsumsi produk pelangsing seperti teh.
Salah satu produk yang banyak ditemui adalah produk teh pelangsing. Lewat media sosial, aneka macam produk pelangsing kerap diperjual-belikan.
Tidak terkecuali dengan produk pelangsing berupa teh ini. Sayangnya, foto model dalam iklan produk pelangsing itu membuat warganet salah fokus.
Tangkap layar iklan itu sendiri terlihat dicuitkan oleh akun @recehtapisayng di Twitter dan menjadi viral.
Selain mengiklankan teh, terlihat pula foto before-after seorang model setelah meminum produk pelangsing tersebut.
Dalam foto, tampak seorang model yang dulunya memiliki perut buncit kini berubah langsing.
Meski begitu, terlihat jelas bahwa foto tersebut merupakan hasil editan. Bahkan, warganet merasa ngeri setelah melihat keanehan pada bentuk tangan si model.
Hasilnya, model produk pelangsing tersebut malah terlihat memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional.
"Itu kok tangan tetep kecil tapi perutnya bisa buncit gitu hadeh," komentar warganet yang menyadari keanehan tersebut.
"Ngadi-ngadi emang ya iklan jaman now," imbuh komentar lain.
"Tangannya kecil banget kayak gagang pintu," tulis salah satu komentar.
"Editannya pro sampe tangannya kecil tapi perutnya mengembang seperti kue mamaku," tulis warganet lainnya.
"Yang bilang editan berarti hidupnya terlalu jujur."
"Sangat simetris ya," sindir warganet melihat editan produk teh pelangsing tersebut.
Sejak dicuitkan, iklan produk pelangsing itu sendiri sudah mendapatkan lebih dari 3,7 ribu likes, bagaimana menurut kamu?(Suara.com/Amertiya Saraswati)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi