hitekno.com - Gempa Bumi dengan skala cukup besar mengguncang Bengkulu pada hari ini (19/08/2020). Topik gempa Bengkulu langsung menempati trending di Twitter setelah banyak netizen yang mendoakan keselamatan warga di sana.
Dikutip dari Suara.com, gempa bumi bermagnitudo 6,9 mengguncang barat daya Bengkulu pada Rabu (19/8/2020) pukul 05.23.56 WIB, berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Episenter gempa terletak pada 4.50 Lintang Selatan, 100.91 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer atau berjarak 169 kilometer barat daya Bengkulu.
Pada pukul 05.29.35 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 6,8 kembali mengguncang pada episenter 3.74 Lintang, 101.56 Bujur Timur pada kedalaman 11 kilometer atau 78 kilometer barat daya Bengkulu Utara.
Pantauan dari situs Trends24.in, topik Bengkulu langsung trending di Twitter mulai pukul 06.00 WIB. Topik tersebut sempat menjadi trending nomor satu di Twitter pada pukul 06.30 WIB.
Banyak yang mencuitkan mengalami pengalaman gempa dan juga netizen lain mendoakan keselamatan warga yang ada di sana.
"Gempa 6,8 SR mengguncang Bengkulu, pray for Indonesia #Earthquake #Sumatra #bengkulu," komentar @_MariettaDavis.
"Gempanya kerasa sampai Lampung barat. Gede banget sampai 2 kali," kata @erliously.
"Aaaa! Aku saat tinggal di Bengkulu: buka pintunya sebentar lalu kembali ke rumah. Lalu buka pintunya lagi (emoticon menangis). Aku harap semua baik-baik saja. Aku benar-benar gemetar, ini terjadi dua kali (emoticon menangis)," tulis @jung_junggg.
Hingga artikel ini ditulis, topik mengenai gempa Bengkulu masih menempati deretan trending di Twitter.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia