hitekno.com - Twitter telah menangguhkan atau membekukan ribuan akun yang terhubung ke botnet Drakula. Platform media sosial ini nampak rutin untuk melakukan bersih-bersih.
Hampir 3.000 akun Twitter yang dibekukan tersebut terhubung ke botnet Drakula dan mendorong propaganda politik pro-China.
Jaringan akun Twitter palsu ini pertama kali ditandai oleh Graphika, sebuah grup riset media sosial. Akun botnet tersebut dinamai "Drakula" karena setiap akun menggunakan kutipan dari novel Bram Stoker, penulis novel Drakula yang meluncur pada 1897 lalu.
Graphika mengklaim, operasi tersebut hanya berhasil mengumpulkan sekitar 3.000 akun yang dibuat hanya dalam waktu sekitar sebulan saja.
Sementara itu, analis dari Atlantic Council's Digital Forensic Research Lab (DFRLab) Ben Nimmo mengatakan, media sosial berlogo burung biru itu sudah menghapus hampir 3.000 akun Drakula per 20 Agustus lalu.
"Amplifikasi itu tidak mungkin menjangkau pengguna aslinya, tetapi mereka bisa mengurangi cuitan yang memungkinkan akun palsu dan spam untuk menyebarluaskan propaganda tersebut," ujar Nimmo, seperti dikutip dari New York Post, Senin (31/8/2020).
Menurut Nimmo, akun bot seperti ini berpotensi menjadi kekuatan yang sangat besar jika dibiarkan terus menerus, apalagi konten yang disebar adalah propaganda politik pro-China, isu yang saat ini sedanf sensitif di Amerika Serikat.
"Akun palsu seperti ini adalah plankton di lautan disinformasi: mereka tidak memberika dampak signifikan jika beroperasi secara individu, tetapi mereka bisa mengakibatkan risiko besar jika bersatu dalam jumlah yang banyak," tulis Nimmo.
Itulah tindakan platform media sosial ini yang membekukan ribuan akun Twitter terhubung dengan propaganda politik pro-China. (Suara.com/ Tivan Rahmat).
Berita Terkini
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia