hitekno.com - Tingkah emak-emak yang kadang-kadang "sulit diprediksi" biasanya dapat menarik perhatian netizen. Sebuah video viral mengenai respok emak-emak setelah menerima sosialiasi penggunaan masker dari polisi ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @hidayat_wahid membagikan video dengan caption bertuliskan "Polisi Polres Jepara".
Pemilik akun TikTok tersebut diketahui merupakan anggota kepolisian yang kerap membagikan kehidupan-sehari-hari terkait pekerjaannya.
Kali ini video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 1,3 juta View dan 58 ribu Like.
Cukup unik dan bikin salfok, video viral tersebut bahkan telah dibagikan lebih dari 9.400 kali.
Di dalam video, kita bisa melihat bahwa Pak Bhabin ini sedang melakukan sosialisasi pada sebuah desa di Jepara, Jawa Tengah.
Terdengar sayup-sayup bahwa polisi tersebut sedang mengimbau agar emak-emak yang melintas dapat menggunakan masker.
Bukannya dipakai untuk menutup hidung dan mulut, emak-emak tersebut malah memakainya di kening dan berjalan cukup santai di depan polisi.
Hanya beberapa langkah, emak-emak ini harus dihentikan oleh polisi tadi sehingga "sosialisasi" ulang sepertinya mesti dilakukan.
"Gue suka gaya ibu, santuy banget sih (emoticon tersenyum)," komentar @diana_83.
"Ngakak, wkwkwk, jadi ciput jilbab the power of emak-emak pengajian," balas @altian0590.
"Pak polisinya sopan banget sama yang lebih tua, mantul! Tapi ibunya malah santuy kayak gitu..wkwkwk," kata @RahmawatiFitria.
Untuk melihat video viral mengenai respon santuy emak-emak saat sosialiasi masker dari polisi, kalian bisa mengunjungi lewat link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi