hitekno.com - Sebelum melakukan jual beli online, sebaiknya kita memperhatikan deskripsi dari barang yang bakal diincar. Seorang pembeli online yang mengeluh gara-gara mengklaim barang tak original ini justru membuat netizen geli.
Bukan kalimat keluhannya, namun netizen justru tertawa dengan respon yang dilakukan oleh penjual.
Akun fanspage @txtdarionlshop membagikan postingan mengenai screenshot dari keluhan pembeli online.
"Hehe" tulis @txtdarionlshop pada caption-nya. Tulisan tersebut sebenarnya merupakan kalimat sindiran untuk respon penjual yang dinilai cukup kocak.
Rupanya terdapat seorang pembeli online yang mengaku kesal setelah menerima barang pesanannya.
Ia juga memberikan bintang satu sebagai pertanda ketidakpuasan saat membeli barang tersebut.
Sang pembeli online ikut menyertakan deretan foto yang menandakan bahwa kualitas barang yang diterima memang cukup buruk. Tali sepatu yang diterima tidak sesuai standar dan logo yang ada tampak aneh dengan tampilan agak memudar.
Tak disangka, respon sang penjual justru di luar dugaan. "Hehe" tulis sang penjual pada kolom tanggapan di bawahnya.
Postingan mengenai screenshot keluhan pembeli online dan respon penjual gokil ini menarik perhatian netizen setelah mendapatkan lebih dari 2.300 Retweet dan 12 ribu Like.
"Ada bintang separuh nggak ya? Kalau ada ralat bintangnya wkwk," komentar @Okta___a.
"Hehe doang anj*r. Udah ngetik panjang-panjang cuma dibales hehe doang ckck. Kayak mas-mas gebetan aja," tulis @deeniiiaja.
"Hehe: mamp*s lu kena tipu," kata @hotterthanfirre.
Itulah tadi postingan unik mengenai keluhan pembeli online dengan respon penjual yang terduga, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi