hitekno.com - Salah satu makanan khas Jepang, sushi begitu populer di Indonesia, olahan berbahan dasar nasi ini biasanya dihidangkan dengan kecap asin atau wasabi.
Namun, ada seorang netizen yang cukup nyeleneh dalam memakan sushi. Cara makan sushi yang tak lazim ini dibagikan warganet melalui akun Twitter @FFOODFESS.
Pada unggahan tersebut, terdapat foto yang menunjukan sushi dan nasi putih berada dalam satu piring. Jumlah nasinya pun lebih banyak daripada sushi yang ada di piring tersebut. Terdapat pula sendok dan garpu yang tampak seperti baru saja digunakan.
"Di sini ada tim makan sushi pakai nasi?" tanya pengunggah foto yang ditulis pada caption.
Hal ini kemudian banyak memicu netizen untuk berkomentar. Kebanyakan dari mereka tak habis pikir dengan hal tersebut.
"Ini konsepnya gimana hey," tulis seorang warganet.
Ada pula warganet yang bercerita punya teman yang memiliki selera makan serupa.
"Jadi inget temenku. Dia makan nasi putih lauknya nasi goreng," tulis warganet.
Ada pula netizen yang ternyata pernah mencoba hal yang sama.
"Aku pernah makan sushi pakai nasi. Kenyang banget rasanya. Bikin mual pula," cerita warganet ini.
"Wow, Indonesia banget," komentar salah satu warganet.
Menambah nasi pada sushi bisa menyebabkan kelebihan karbohidrat yang dikonsumsi tubuh. Tentunya karbohidrat yang berlebihan ini tak baik karena dapat menyebabkan hal buruk bagi tubuh.
Saat tubuh kelebihan karbohidrat, itu akan memicu tingginya risiko obesitas, diabetes, bahkan kolesterol tinggi. Inilah yang membuat kita harus makan karbohidrat secukupnya dan memenuhi gizi yang seimbang.
Unggahan potret netizen yang memamerkan makan sushi dengan nasi ini lantas viral di Twitter. (Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi