hitekno.com - Pernah nggak sih kamu penasaran mengapa karakter di anime dan manga digambarkan memiliki mata yang besar? Karakter dengan mata besar ini pasti kerap kamu temukan di film anime atau gambar manga.
Ternyata karakter yang digambarkan dengan mata yang besar tersebut memiliki alasan tersendiri lho salah satuya adalah secara tradisional, Jepang sangat menghargai kemampuan para senimannya.
Dengan memiliki karakter dengan mata yang besar, para seniman manga ingin membuat penonton merasakan emosi yang kuat dari karya mereka.
Seniman manga sepertinya selalu lebih menyukai desain dengan karakter yang condong ke arah keindahan dan daya tarik emosional dari karakter yang dibuat.
Bahkan ada juga fitur tubuh karakter yang tampak tidak realistis dalam sebuah anime dan manga.
Dilansir dari laman Reel Rundown, Osamu Tezuka pencipta karakter Astroboy yang dianggap sebagai ''bapak manga'' ini ternyata gayanya menggambar ini mempengaruhi para seniman anime dan manga lainnya.
Pengaruhnya ternyata sangat besar, bahkan dalam kartu Amerika yang juga memiliki karakter dengan bermata besar seperti Mickey Mouse, Betty Boop hingga Donald Duck.
Mata besar ini digunakan untuk membesarkan dan memberi kesan detail untuk menggambarkan ekspresi di wajah.
Lantas gaya tersebut kini menjadi populer karean adanya penekanan ekspresi wajah dalam seni mendongeng.
Tak hanya itu, beberapa budaya lain mata merupakan jendela jiwa, sehingga gambar mata yang lebar ini mencerminkan kepribadian setiap karakternya masing-masing.
Itulah tadi alasan mengapa mata di karakter anime atau manga memiliki ukuran yang lebih besar, gimana menurut kamu?
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia