hitekno.com - Konsumen Grabtoko tengah ramai mencurahkan pengalamannya belanja di toko online tersebut ke media sosial. Banyak yang mengaku telah membayar belanjaannya namun barang tak kunjung datang.
Malahan kini muncul dugaan penipuan dilakukan oknum toko online tersebut yang membuat uang para pelanggar raib ke mana. Tak heran pelanggan pun merasa kena tipu setelah membayarkan uang.
Salah satunya adalah netizen dengan akun Twitter @destynrc yang mengaku telah membelanjakan sampai Rp 23 juta ke Grabtoko. Namun sampai sekarang tak kunjung ada kejelasan dari barang yang dibelinya.
Netizen ini bahkan membagikan tangkapan layar keranjang belanjaannya di toko online tersebut berupa dua buah iPhone 11 Pro. Total uang yang dikeluarkannya mencapai Rp 23 juta lengkap dengan bukti transfer.
Ia pun berupanya menghubungi layanan konsumen Grabtoko baik melalui DM Instagram maupun chat WhatsApp. Costumer service menjanjikan kalau barang yang dibelinya akan tersedia pada tanggal 4 Januari.
Ia juga membagikan foto kantor Grabtoko dari netizen @Chamberafli yang ternyata tutup tidak ada orang. Keberadaan toko online ini pun makin mencurigakan para konsumen lainnya.
Tetiba akun Instagram @grabtokoid mempostingkan status dan kejelasan dari layanan mereka. Yang ternyata diklaim seorang investor telah melarikan uang konsumen dan akan memproses secara hukum.
"Pertama, mohon maaf atas keterlambatan respon dari pihak grabtoko, saat ini kita sedang melaporkan investor grabtoko atas penggelapan uang konsumen ke Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan (nomer laporan menyusul setelah penyidikan). Kami juga sudah berusaha menyita aset investor yang ada dan membekukan semua rekening aset kami, agar terhindar kerugian lebih besar lagi," kata Managing Director PT Grab Toko Indonesia dalam Instagram stori tersebut.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025