hitekno.com - Sebuah potret sekolompok pemuda ini mencuri perhatian netizen, bahkan sampai viral di media sosial. Terlihat mereka seolah-olah hendak menunaikan salat.
Terkadang seseorang tidak membawa sarung atau celana yang menutup aurat sehingga mereka harus meminjam untuk salat di masjid. Namun bagaimana denga satu pemuda ini?
Sebuah potret mengenai pemuda yang salat dengan menggunakan "sarung" unik ini sukses bikin netizen salfok.
"Yang penting salat," tulis akun fanspage @sosmedkeras dalam postingan yang viral di media sosial.
Postingan yang dibagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 700 Retweet dan 7.500 Like.
Foto menampakkan beberapa orang pemuda saat sedang salat. Tampilan sebagian besar cowok itu "normal" seperti jamaah salat pada umumnya.
Terdapat pemuda yang memakai sarung dan celana panjang saat sedang salat. Namun netizen justru langsung salfok dengan salah seorang pemuda yang memakai "sarung" berwarna merah.
Polanya mirip dengan sajadah yang dipakai sebagai alas untuk salat. Bahkan terdapat netizen membagikan balasan yang menampakkan sajadah merah miliknya seperti yang dipakai oleh pemuda dalam gambar.
Beberapa waktu lalu juga pernah viral jamaah salat yang memakai mukena sebagai pengganti sarung. Masih belum jelas mengenai motif yang ada, namun terdapat kemungkinan stok sarung habis sehingga mereka memilih penampilan anti mainstream.
"Lah masih mending, gue waktu itu pake celana mukena punya cewek saking nggak ada sarung di surau," curhat @syafiqptrh.
"Pantesan kayak ada yang aneh," kata @serahaingaja.
"Yang penting tuh cowok nutupin aurat (emoticon menangis)," cuit @BknDilan.
"Kalau pas sujud copot kebuka auratnya berdosa banget," balas @aku_nggateli.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi