hitekno.com - Kucing termasuk hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan sehingga disukai orang-orang. Sebuah momen mengenai kucing ngambek gegara "cinta nggak direstuin" ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok bernama @namakuwawi membagikan video mengenai kucing peliharaannya yang tengah ngambek. Rupanya kucing peliharaannya tersebut menyukai kucing liar berwarna oranye atau sering disebut ''kucing oren".
Perlu diketahui, kucing oren tak memiliki reputasi baik di mata netizen. Beberapa waktu lalu, kucing oren pernah viral dan menjadi bintang meme karena kelakuan hiperaktif dan sifat "badboy-nya".
Pada video, terlihat seekor kucing berwarna putih yang sedang tiduran di lantai. Posenya yang mirip orang galau dan kesal langsung membuat netizen terhibur.
Pemilik postingan kemudian mengarahkan kamera ke arah pintu dan menemukan kucing oren sudah tiduran di depan rumah.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 2 juta kali dan memperoleh 380 ribu Like. Pada kolom komentar, pemilik postingan mengungkapkan bahwa si oren sebenarnya juga udah punya pasangan.
"Haha, nangis banget ramai. Bukan masalah apa-apa, oren udah punya istri, terus istrinya suka manas-manasin kucing gue," kata @namakuwawi menambahkan.
"Wajar nggak direstuin, selain beda kasta, si jantan juga ras oren, pakboy ini mah," tulis salah satu netizen.
"Kucing be like: kalau terlarang gini kenapa bisa kita dipertemukan," tulis salah satu komentar netizen.
"Drama perkucingan mengalahkan hidupku yang flat ini (emoticon menangis)," komentar netizen lainnya.
Untuk melihat video viral mengenai kucing ngambek gegara cinta nggak direstuin, kalian bisa mengunjungi postingan asli melalui link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi