hitekno.com - Aktivitas les mata pelajaran saat duduk di bangku sekolah merupakan hal yang biasa dilakukan. Belum lama ini, seorang pengguna TikTok dengan akun @serifwodhy_ mengungkap bahwa dirinya sukses dibuat gagal fokus saat ikut les matematika.
Lewat unggahannya, pemilik akun tersebut menulis bahwa tentor atau guru les di tempatnya memiliki paras menawan. Akibatnya, banyak yang dibuat salah fokus karena guru cantik tersebut.
"Tentor JILC nggak ada lawan," tulisnya dalam deskripsi video.
Pada video singkat yang dibagikan, terlihat sosok guru muda yang tengah direkam diam-diam. Namun, perempuan tersebut akhirnya sadar dan sempat tersenyum ke kamera.
Terlihat pula bahwa guru les muda tersebut tengah mengajari cara memecahkan soal matematika. Sementara menurut pemilik akun @serifwodhy_, sang guru juga pintar mengajar.
Sejak dibagikan, video guru les cantik tersebut telah viral ditonton lebih dari 122 ribu kali.
Tak hanya ikut terpesona, banyak pula publik yang salah mengira guru tersebut sebagai salah satu murid.
"Mau les sampai jam 9 malam pun masih sanggup aku kalau kayak gini tentornya," tulis salah satu komentar.
"Nggak mau tau pokoknya bikin review tentor yang ini lagi," ujar warganet lainnya.
"Kalau gini ceritanya kan lebih semangat belajar Matematika-nya," timpal warganet.
"Ini mah muridnya lagi disuruh kerjain soal di papan tulis," tambah komentar lain yang tak percaya.
"Feeling gue dia bukan guru. Tapi siswi yang dihukum buat ngerjain soal haha," canda warganet.
Unggahan video guru les matematika juga sudah disukai lebih dari 18,8 ribu kali oleh pengguna TikTok. (Suara.com/Amertiya Saraswati)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi