hitekno.com - Viral di media sosial, bagaimana potret pernikahan dua pasangan kembar yang membuat ramai netizen. Bagaimana ramainya pembahasannya?
Kejadian ini terekam dalam video viral, yang memperlihatkan dua pasangan pengantin kembar melangsungkan pernikahan bersamaan.
Video viral itu diunggah oleh akun Instagram @undercover.id. Dalam rekaman ini, terlihat dua pasang pengantin duduk bersamaan.
"Sama-sama kembar, semoga tidak salah kamar," ujar akun tersebut, dikutip Suara.com.
Dua pasangan itu merupakan saudara kembar. Wajah mereka hampir mirip satu sama lain.
Mempelai pria memiliki kembaran yang juga menikah pada saat itu juga. Pasangan mereka pun juga kembar.
Mereka tampak mengenakan pakaian pernikahan yang hampir mirip. Dalam video itu, kedua mempelai wanita terlihat menggunakan gaun pernikahan berwarna putih.
Berdasarkan unggahan tersebut, mempelai wanita bernama Rani dan Rina, sedangkan mempelai pria bernama Ellwanda dan Ellwindi.
Momen pernikahan ini cukup unik. Pasalnya, tidak banyak orang yang menikah secara bersamaan dengan saudara kandungnya.
Tak hanya itu, pengantin pria dan perempuan kembar juga jarang ditemui.
Tentunya hal ini menyita perhatian netizen. Mereka pun heran dan membanjiri kolom komentar unggahan itu.
"Mereka harus bikin sandi masing-masing biar nggak ketuker," balas akun fac*****.
"Ngeri ketuker," lanjut akun asya*****.
"Jangan sampai ketuker," komentar akun ms****.
"Semoga nggak keliru pas malam pertama," ujar akun fakh******.
Itulah video viral di media sosial, bagaimana dua pasangan pengantin kembar menikah bersamaan. (BeritaHits.id/ Nur Afitria Cika Handayani).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi