hitekno.com - Banyak postingan di media sosial yang pamer pasangan dengan mesra, yang terkadang membuat para jomblo ngiri. Namun berbeda dengan video viral di media sosial satu ini.
Awalnya disangka mau pamer pasangan dengan momen kemesraan bergandengan tangan. Namun ujung-jungnya malah bikin netizen kasihan, kenapa?
Dalam video viral ini bukan berakhir "uwu" namun ending videonya justru bikin netizen ngakak sekaligus prihatin.
Pengguna TikTok bernama @iyusmdr12 membagikan sebuah video yang awalnya dikira netizen berakhir uwu.
Dengan backsound romantis, terdapat sebuah tangan yang menunggu genggaman tangan lainnya.
Pada video, terlihat juga sebuah motor matic sehingga seolah-olah terdapat pasangan yang bersiap menaikinya.
Penampakan tangan yang ada kemudian disambut dengan genggaman tangan lain. "Akhirnya..." tulis @iyusmdr12.
Plot twist, ternyata itu bukanlah genggaman tangan sepasang kekasih melainkan hanya seorang pria saja.
Rupanya, pria ini hanya menggenggam tangannya sendiri dan memanfaatkan angle kamera untuk melakukan prank.
Bikin geli, ending video memperlihatkan pria tersebut melompat-lompat sendirian sehingga momen mesra yang diharapkan auto buyar.
"Nj*r aku pikir tadi mesra sekali (emoticon tertawa)," komentar @purwanti242.
"Makasih loh, gua jadi bisa ketawa," tulis @KentangKriuk.
"Satu-satunya orang ngibul tapi gue bahagia karena kibulannya..wkwkwk," kata @mak.ru_.
"Akibat kelamaan jomblo nih," canda @diyahlah_shedede27.
"Awalnya gue terharu eh endingnya malah prihatin," balas @GaryRany.
Itulah video viral di media sosial, yang awalnya disangka pamer pasangan dengan kemesraan namun berujung ngenes.
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana