hitekno.com - Tak hanya makan dan memberi selamat pengantin, salah satu pernikahan di TikTok ini bikin netizen heboh. Pasalnya sepasang pengantin ini bikin netizen salfok dengan cover dance saat acara penikahan.
Salah satu contoh adalah pasangan pengantin asal Filipina berikut ini. Pasangan tersebut menjadi viral setelah melakukan cover dance di acara pernikahan.
Video pasangan tersebut diunggah di akun @firespinner_isaiahcadag di TikTok. Pada video, tampak kedua mempelai yang siap melakukan cover dance di hadapan tamu-tamu lain.
Tak tanggung-tanggung, pasangan tersebut melakukan cover dance lagu What Is Love milik girlgroup TWICE asal Korea Selatan. Bukan hanya kompak, keduanya juga hafal koreografi dari lagu tersebut.
Cover dance sendiri dilakukan saat mempelai wanita masih dalam balutan gaun pengantin. Sementara, mempelai pria tampil mengenakan seragam.
Penyebabnya, pengantin pria terlihat lebih bersemangat serta luwes saat melakukan cover dance. Aksinya pun sukses panen pujian warganet.
"Bisa-bisanya si suami lebih hafal dancenya," tulis salah satu komentar warganet Indonesia.
"Gemes banget lakinya badannya macho gitu, tapi nari lincahan dia. Semoga bisa dapet pasangan sefrekuensi gini ya Allah."
"Kalau nikah sama yang satu fandom," tulis komentar lain melihat aksi kompak pasangan tersebut.
"Fix cowok yang nikah sama aku harus mau diajak dance."
"Seneng ya kalau pasangan punya hobi yang sama," tulis komentar lain yang ikut iri dengan pengantin tersebut.
Unggahan video pasangan pengantin cover dance di pernikahannya ini lantas viral, simak video pasangan yang melakukan cover dance TWICE What Is Love di sini.
(Suara.com/Amertiya Saraswati)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi