hitekno.com - Beroperasi lebih dari 25 tahun, Microsoft akhirnya resmi menghentikan Internet Exploree pada 2021 nanti.
Aplikasi browser di PC atau laptop ini memang sudah ditinggalkan konsumennya bertahun-tahun.
Sean Lyndersay selaku Program Manager Microsoft Edge menyampaikan, Internet Explorer akan digantikan oleh aplikasi browser lain, Microsoft Edge.
Ia juga menyebut Internet Explorer tidak akan menerima dukungan untuk Windows 10 versi tertentu hingga 15 Juni 2022.
"Kami mengumumkan bahwa masa depan Internet Explorer di Windows 10 ada di Microsoft Edge," kata Lyndersay, dikutip dari The Verge, Kamis (20/5/2021).
Long-Term Servicing Channel (LTSC) Windows 10 memang masih akan menyertakan Internet Explorer tahun depan, namun semua versi konsumen akan menghentikan dukungan dari browser tersebut.
Nantinya, Microsoft akan menawarkan Microsoft Edge dengan mode IE sebagai alternatif untuk sebagian besar bisnis.
Sebagai informasi, Microsoft Edge mode IE sudah hadir beberapa tahun lalu dan memungkinkan bisnis mengadopsi browser berbasis Chromium baru pada situs web lawas.
Mode ini mendukung kontrol ActiveX dan situs web lama yang ternyata masih dipakai oleh banyak bisnis.
Perusahaan juga menjanjikan Microsoft Edge mode IE ini akan terus diperbarui, setidaknya hingga 2029.
Berakhirnya Internet Explorer sebenarnya sudah ada sejak lama.
Microsoft sendiri telah menghentikan dukungan Internet Explorer untuk aplikasi web Microsoft Teams sejak tahun lalu dan berencana menghentikannya untuk layanan Microsoft 365 akhir tahun ini.
Dengan demikian, Internet Explorer tidak lagi mendapatkan dukungan untuk layanan online MIcrosoft seperti Office 365, OneDrive, Outlook, dan lainnya pada 17 Agustus mendatang.
Microsoft juga telah menghentikan pengguna untuk menggunakan Internet Explorer selama lebih dari lima tahun.
Browser Microsoft Edge sendiri pertama kali dirilis pada 2015, sekaligus menandakan akhir dari Internet Explorer sebagai browser khas Microsoft. (Suara.com/Dicky Prastya)
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih