hitekno.com - Warung makanan atau warteg merupakaan salah satu pilihan saat akan makan dengan berbagai pilihan makanan.
Tak hanya murah meriah, porsi warteg biasanya cenderung banyak dan para pelanggan bisa memilih lauk beserta sayur sesuai selera.
Namun belum lama ini, viral pengalaman kurang mengenakkan yang dialami oleh salah seorang warganet ketika mampir ke salah satu warteg.
Dari video TikTok yang diunggah oleh akun @nadayp07, awalnya warganet tersebut tampak sedang menikmati hidangan nasi dan lauk yang dipesannya di warteg.
Setelah diamati lebih dekat, ternyata bintik-bintik putih berukuran kecil tersebut ialah telur lalat yang akan segera menetas menjadi belatung.
Diduga salah stau warteg yang tidak diketahui lokasinya tersebut lupa menutup tirai pada etalase sehingga lalat dengan mudahnya masuk dan hinggap di makanan.
Tentu saja karena jijik, warganet tadi langsung membayar makanan yang sudah dimakannya separuh kemudian kembali ke dalam mobil dan muntah-muntah.
Video warganet makan di warteg lihat wujud tak terduga tersebut mendadak viral usai diunggah kembali oleh akun Instagram @nyinyir_update_official.
"Telur lalat itu, mungkin penjaganya lupa nggak tutup etalase jadi ada lalat masuk dan bertelur,"sebut salah seorang warganet.
"Semoga semakin bersih ya warung, kasihan juga kalau sepi pengunjung rezekinya nggak lancar gitu,"imbuh warganet lain.
"Sempet ngira itu biji wijen dong, ternyata pas dizoom kaget juga,"timpal warganet lainnya.
Unggahan video TikTok temuan tak terduga di warteg tersebut telah viral dan disaksikan lebih dari 93 ribu kali oleh netizen. (Suara.com/Arendya Nariswari)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi