hitekno.com - Salah satu jajanan tradisional yang hingga kini masih eksis adalah lemper. Jajanan yang memiliki isian dan dibungkus dengan daun pisang ini masih digemari masyarakat Indonesia.
Jajanan tradisional yang mampu mengganjal perut ini pun memiliki harga cukup terjangkau. Saat membeli di pasar, tentunya lemper sudah jadi dan siap makan.
Namun, rupanya ada pedagang yang menjual lemper dengan cara unik. Bagaimana tidak? Pembeli diminta untuk merakit sendiri lemper yang telah dibeli.
Hal tersebut dibagikan melalui akun Instagram @humorserius. Dalam unggahan tersebut, tampak bungkusan plastik mika dengan label bertuliskan "Lemper Ayam Sambal Matah tanpa MSG".
Saat dibuka, lemper ini bisa jadi cukup mengejutkan pembelinya. Terdapat daun pisang, nasi ketan, dan 4 plastik untuk isian lemper seperti sambal, suwiran ayam, dan lainnya.
Bila umumnya orang tinggal membuka daun pisang dan langsung menyantapnya, lemper ini benar-benar berbeda. Bahan-bahan itu harus disatukan, lalu dibungkus daun pisang. Jika sudah, lemper akan dibuka kembali untuk dimakan.
Meski demikian, isian lemper yang diberikan bisa dibilang jauh lebih banyak dari lemper pada umumnya. Lemper rakitan ini juga terlihat ditata dengan rapi.
Foto ini menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan tersebut.
"Wkwkwk kalo ada cara yang ribet kenapa harus pakai cara yang simpel," komentar seorang warganet.
Warganet lainnya ikut berkomentar. "Ini mah namanya nasi ayam sambal matah," ujar warganet ini.
"Lupakan rakit PC-mu. Mari rakit lemper bersamaku," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
"Beli lemper kayak beli Gundam ya, harus rakit sendiri," ungkap seorang warganet saat melihat unggahan ini.
Unggahan lemper yang memiliki cara unik harus DIY sendiri ini sudah disukai sebanyak lebih dari 8 ribu akun Instagram. (Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi