hitekno.com - Umumnya di acara pernikahan kerap disajikan catering yang berupa makanan untuk disajikan pada tamu undangan.
Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, hajatan pernikahan pun tak bisa digelar seperti dulu. Jumlah pengunjung dibatasi dan sajian pun tak disajikan dengan metode prasmanan.
Hal ini dilakukan agar resiko penyebaran Covid-19 tidak tinggi. Rupanya, jarangnya ada resepsi pernikahan membuat banyak orang rindu datang ke kondangan.
Salah satunya tampak pada unggahan akun Twitter @qronoz. Pria tersebut membagikan cerita tentang seorang ibu rumah tangga yang membuka rumah makan di Magetan, Jawa Timur.
Alasan warung makan ini dibuka cukup sederhana. Ibu rumah tangga ini merasa rindu dengan makanan acara pernikahan karena selama pandemi dilarang mengadakan hajatan.
Warung Manten atau yang juga dikenal dengan Kedai Dhenofa Gorgar ini beralamat di Jalan Pancasila, Kawedanan, Magetan. Rumah makan ini buka setiap Sabtu sampai Kamis mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 20.30.
Di akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, rumah makan ini tutup lebih awal yaitu 18.00 WIB. Meski Warung Manten terlihat sederhana, suasana yang disajikan tetap sangat nyaman.
Video ini pun menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Astaga ini cocok banget buat aku yang sering kangen masakan kondangan," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Dulu waktu hamil anak pertama gue ngidam makan masakan kondangan. Suami gue sampai bingung mau cari yang nikahan di mana," ujar warganet ini.
"Enak ini guys. Aku udah nyoba ke sana, Mantep, rindu kondangan langsung terobati," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Unggahan cuitan makanan kondangan ini sudah disukai sebanyak lebih dari 15 ribu akun di Twitter. (Suara.com/Hiromi Kyuna)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi