hitekno.com - Media sosial Twitter mengungkapkan akan merombak dan mendesain ulang tampilan media sosialnya usai dibanjiri keluhan dari penggunanya.
Twitter telah mengumumkan akan mendesain ulang tampilan baru setelah banjir keluhan pengguna mengeluh itu menyebabkan mereka sakit kepala.
Situs dan desain baru diperkenalkan minggu lalu, menghadirkan lebih banyak warna kontras tinggi di samping font baru yang disebut Chirp.
Twitter mengatakan, mendesain ulang mungkin terasa aneh pada awalnya tapi itu akan meningkatkan pengalaman pengguna dengan menghilangkan "kekacauan visual".
Banyak pengguna merasa desain baru ini tidak menyenangkan, terutama mereka yang memiliki kebutuhan aksesibilitas mengeluh bahwa desain baru tersebut sulit dibaca.
Perubahan besar pada desain Twitter dan situs web diperkenalkan untuk membuat platform "lebih mudah diakses".
Dilansir dari Skynews, mengutip TechCrunch, Selasa (17/8/2021), melaporkan tingkat kontras antara teks dan latar belakang Twitter, jauh melebihi standar kontras minimum yang ditetapkan oleh Pedoman Aksesibilitas Konten Web, yang merekomendasikan cara membuat situs web dapat diakses oleh semua orang.
Perusahaan mengakui keluhan pengguna bahwa tampilan baru tidak nyaman bagi orang-orang dengan kepekaan sensorik.
Perusahaan juga menambahkan bahwa mereka telah mengidentifikasi masalah dengan font Chirp untuk pengguna Windows dan "secara aktif sedang memperbaiki".
"Terima kasih kepada semua orang yang telah mengirimi kami umpan balik tentang pembaruan desain. Kami melacak semuanya, jadi teruskan," ungkap Twitter lebih lanjut. (Suara.com/Dythia Novianty)
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana